Marineland Kanada kembali menuai kontroversi setelah mengajukan izin relokasi puluhan paus beluga ke Amerika Serikat (AS). Langkah itu dilakukan setelah proposal pengiriman ke China ditolak.
Melansir The Guardian, Minggu (1/2/2026), Marineland, taman hiburan dan akuarium kontroversial di dekat Niagara Falls, Kanada, tengah berupaya menjual 30 paus beluga yang dimiliki. Mereka kehabisan modal untuk merawat paus-paus itu setelah taman hiburan tutup.
Kini, mereka berencana untuk melego ke beberapa institusi terakreditasi di AS. Juru bicara Kementerian Perikanan Kanada Ira Khedkar mengatakan bahwa perwakilan Marineland mengajukan proposal ekspor tersebut kepada kementerian pada Rabu (18/1). Pengajuan tersebut sudah diterima kementerian dan akan ditinjau ulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menteri Joanne Thompson telah menerima permohonan izin ekspor baru dan akan meninjaunya dengan cepat," ujarnya kepada AFP.
AS menjadi tujuan paus-paus itu, setelah rencana untuk memindahkan hewan-hewan tersebut ke taman hiburan Chimelong Ocean Kingdom di China ditolak oleh Pemerintah Kanada. Pemerintah beralasan bahwa memindahkan paus ke taman hiburan besar di sana justru akan memperpanjang eksploitasi mereka dan bertentangan dengan undang-undang kesejahteraan hewan.
Meski pemerintah tidak memberikan keterangan spesifik terkait pengajuan proposal yang dilakukan pihak pengelola Marineland, rencana ini memicu kritik tajam dari aktivis dan kelompok perlindungan hewan.
Mereka menyatakan kekhawatiran bahwa relokasi ke fasilitas lain, terutama yang mengutamakan tontonan publik, tidak akan menjamin kesejahteraan jangka panjang bagi beluga yang selama ini hidup di penangkaran.
Marineland juga dikabarkan telah menyiapkan rencana euthanasia atau tindakan mengakhiri hidup dengan cara yang tidak menyakitkan kepada paus-paus yang tersisa jika pengajuan ini kembali tidak disetujui.










































