Di Balik Tenangnya Situ Jatijajar, Ada Petilasan Keturunan Mataram
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Di Balik Tenangnya Situ Jatijajar, Ada Petilasan Keturunan Mataram

Hans Wilhem - detikTravel
Minggu, 01 Feb 2026 13:15 WIB
Di Balik Tenangnya Situ Jatijajar, Ada Petilasan Keturunan Mataram
Setu Jatijajar di Depok (Hans Wilhem/detikcom)
Depok -

Situ Jatijajar yang berlokasi di Jatijajar, Tapos, Kota Depok, Jawa Barat, memiliki fungsi lebih dari bendungan air. Di tengah air yang tenang dan pepohonan yang rindang, terdapat narasi sejarah yang kaya, legenda yang memikat, dan fenomena alam yang luar biasa, semuanya dijaga oleh komunitas lokal yang berkomitmen.

Supratman (53) adalah salah satu sosok yang berkomitmen untuk melestarikan kawasan ini. Supratmanm yang juga menjabat sebagai ketua asosiasi warga setempat, sukarela mengawasi kawasan Situ Jatijajar dan memastikan kawasan itu tetap menarik bagi pengunjung.

Di tepi Setu, Supratman mendirikan sebuah warung sederhana bernama Naya Kopi Sejati. Nama itu memiliki makna yang mendalam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau 'Naya' itu nama anak. Heeh, namanya kan Naya. Kopi Sejati: Komunitas Peduli Setu Jatijajar. Heeh, singkatannya itu," ujar Supratman saat berbincang dengan detikTravel di lokasi, Rabu (29/1/2026).

Setu Jatijajar di DepokSetu Jatijajar di Depok (Hans Wilhem/detikcom)

ADVERTISEMENT

Situ Jatijajar kental dengan nuansa sejarah dan spiritual. Berdasarkan pantauan detikTravel kawasan ini memiliki sebuah petilasan tua bernama Mushola Al Karomah.

Petilasan tersebut diyakini sebagai tempat persinggahan Raden Pandji Wanayasa, sosok yang disebut-sebut sebagai keturunan Kerajaan Mataram.

Setu Jatijajar di DepokSetu Jatijajar di Depok (Hans Wilhem/detikcom)

"Jadi petilasan ini, bukan makam ya sebenarnya, ini petilasan, ya. Itu petilasannya Raden Panji Wanayasa, itu keturunan dari Kerajaan Mataram. Ada, ada wujud bentuknya itu ada, semacam kayak makam lah gitu, modelnya prasasti tapi dibentuknya itu kayak makam, kayak makam gitu. Kalau terkait kenapa ini petilasannya ini, dia dulu pernah singgah di mari, Raden Pandji Wanayasanya itu. Makanya dibilang petilasan, karena tempat persinggahannya dia dulu di sini," kata Supratman.

Setu Jatijajar di DepokSetu Jatijajar di Depok (Hans Wilhem/detikcom)

Uniknya, pengunjung yang datang untuk berziarah atau sekadar menelusuri sejarah justru lebih banyak berasal dari luar Depok, seperti Bogor, Sukabumi, hingga Jakarta.

Situ Jatijajar adalah contoh sukses pengelolaan berbasis komunitas. Supratman menegaskan bahwa kebersihan air adalah harga mati.

"Limbah nggak ada. Di sini nggak ada limbah. Seandainya ada limbah pun kita orang pertama yang melarang," ujar dia.

Bagi traveler yang ingin mencari ketenangan (healing) tipis-tipis, Situ Jatijajar menawarkan paket lengkap, mulai dari udara sejuk, kopi hangat dari komunitas lokal, hingga kisah masa lalu yang memikat.




(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads