Terpopuler: Rela Antre dari Subuh Demi Cashback-Macan Pincang Sanggabuana

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Terpopuler: Rela Antre dari Subuh Demi Cashback-Macan Pincang Sanggabuana

Tim detikTravel - detikTravel
Senin, 02 Feb 2026 08:33 WIB
Terpopuler: Rela Antre dari Subuh Demi Cashback-Macan Pincang Sanggabuana
Foto: Hans Wilhem/detikTravel
Jakarta -

Artikel terpopuler detikTravel Minggu (1/2/2026) adalah mengenai semarak travel fair di Gandaria City yang diselenggarakan oleh Singapore Airlines dan BCA. Ada pengunjung rela mengantre dari Subuh demi mendapatkan cashback Rp 2 juta di ajang travel fair tersebut.

Travel Fair tahunan yang dinanti-nantikan itu resmi dibuka Jumat (30/1). Antusiasme para pemburu diskon terasa jelas, dengan antrean mulai terbentuk sejak dini hari. Semua bersemangat untuk memanfaatkan penawaran cashback senilai jutaan rupiah.

Acara ini akan berlangsung selama tiga hari dari 30 Januari hingga 1 Februari 2026 di empat kota besar di Indonesia: Jakarta (Gandaria City), Surabaya (Pakuwon Mall), Bali (Trans Studio Mall), dan Medan (Centre Point Mall).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca selengkapnya di sini:

Berita terpopuler berikutnya adalah mengenai macan tutul yang ditembak pemburu liar di Gunung Sanggabuana. Macan itu disebut punya harapan hidup yang tipis.

ADVERTISEMENT

Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) di gunung Sanggabuana sempat terekam kamera berjalan dengan kondisi pincang. Hal ini pun menjadi perhatian serius Resimen Latihan Tempur (Menlatpur) Kostrad yang selama ini menjaga kawasan hutan Pegunungan Sanggabuana sebagai daerah latihan.

Dansattar Menlatpur Kostrad Letkol Inf Wisnu Broto menyampaikan hal tersebut. Ia menuturkan, pihaknya bersama Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) telah intens melakukan penelitian dan perlindungan satwa langka atas perintah Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

"Sejak tahun 2023 kami bersama SCF, atas arahan Bapak Jenderal Maruli, memang kerap melakukan kegiatan penelitian, pendataan satwa dilindungi, dan juga melakukan upaya pemeliharaan, dan kita konsen melestarikan kawasan hutan Karawang seluas 500-an hektare. Dengan adanya peristiwa ini, tentu menjadi peristiwa yang harus ditindak tegas dengan proses hukum," kata Wisnu.

Baca selengkapnya di sini.

Jangan lupa untuk membaca kembali artikel populer lainnya di bawah ini:




(ddn/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads