Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo kembali memperpanjang masa penutupan pelayaran kapal wisata hingga Februari 2026. Keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan kondisi cuaca buruk.
Sebelumnya, penutupan layanan kapal wisata telah diperpanjang hingga 1 Februari 2026. Saat ini, kondisi cuaca dinilai berisiko bagi keselamatan pelayaran di perairan Labuan Bajo.
Perpanjangan tersebut dilakukan di tengah desakan para pelaku wisata di Labuan Bajo yang meminta KSOP segera membuka kembali pelayaran kapal wisata mulai hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelayaran kapal wisata ditutup lagi tiga hari (2-4 Februari 2026)," kata Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto, Minggu (1/2/2026), dikutip dari detikBali.
Selama masa penutupan total ini, KSOP tidak akan melayani penerbitan surat persetujuan berlayar (SPB) ke Taman Nasional Komodo dan destinasi lainnya di Labuan Bajo. SPB diperlukan bagi kapal wisata yang berlayar di perairan Labuan Bajo, baik pinisi maupun kapal cepat (speedboat).
"Pelayanan SPB untuk kapal wisata termasuk speedboat ditutup sementara tanggal 2-4 Februari 2026 atau sampai cuaca membaik kembali berdasarkan informasi dari BMKG," kata Stephanus.
KSOP Labuan Bajo telah mengeluarkan Maklumat Pelayaran tentang peringatan potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, wilayah Labuan Bajo masih berpotensi dilanda angin kencang dan gelombang tinggi hingga 4 Februari 2026.
Selain itu, Stephanus berujar, penutupan akses masuk ke Taman Nasional Komodo dan sekitarnya juga berdasarkan pengamatan langsung gelombang tinggi di perairan Taman Nasional Komodo dan sekitarnya. Selama penutupan pelayaran ini, layanan wisata alam di Taman Nasional Komodo juga ditutup.
Ya, penutupan pelayaran kapal wisata di Labuan Bajo sudah berlangsung sejak 26 Desember 2025 atau setelah kapal pinisi Putri Sakinah tenggelam di Selat Pulau Padar. Kecelakaan kapal wisata itu menewaskan pelatih sepakbola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, dan tiga anaknya.
Kapal wisata sempat diizinkan berlayar selama tiga hari, 9-11 Januari lalu. Namun, pelayaran kembali ditutup mulai 12 Januari dan diperpanjang berkali-kali hingga 4 Februari.
Penutupan pelayaran kapal wisata ini sebelumnya dikeluhkan pelaku pariwisata di Labuan Bajo. Sejumlah asosiasi pariwisata di Labuan Bajo mengadu ke DPRD Manggarai Barat, Jumat (30/1) sore. Mereka mendesak agar KSOP membuka pelayaran kapal wisata mulai hari ini.
Tuntutan pelaku pariwisata ini didukung sejumlah anggota DPRD. Namun, KSOP Labuan Bajo menegaskan keputusan buka-tutup pelayaran kapal wisata bergantung prakiraan cuaca BMKG. KSOP memprioritaskan keselamatan pelayaran dalam pertimbangan keputusannya.
***
Selengkapnya klik detikBali.
(fem/fem)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Protes Keras Upacara Adat di Bali, Terganggu Suara Musik
Dulu Viral, Community Center Pamulang Kini Tak Terawat
Kinerjanya Cuma Diberi Nilai 50 oleh DPR, Apa Kata Menpar Widiyanti?