Pemerintah China berencana membuka toko bebas bea di 41 pintu masuk internasional, mulai dari bandara, pelabuhan laut, hingga perbatasan darat.
Kebijakan tersebut ditujukan untuk mempermudah wisatawan asing menikmati fasilitas belanja bebas pajak setibanya di negara tersebut.
Mengutip People Daily Online, Senin (2/2/2026) pengumuman tersebut disampaikan oleh lima lembaga pemerintah, termasuk Kementerian Keuangan. Dalam penjelasannya, pemerintah mendefinisikan toko bebas bea di pintu masuk sebagai gerai yang berada di area terbatas bandara, pelabuhan laut atau perbatasan darat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Toko-toko itu akan tersebar di berbagai wilayah China dan hanya melayani penumpang internasional yang baru tiba. Barang yang dijual pun sepenuhnya bebas bea masuk, sehingga wisatawan dapat langsung berbelanja sebelum meninggalkan area kedatangan.
Sejumlah analis menilai kebijakan itu berpotensi mendorong konsumsi domestik sekaligus memperkuat pertumbuhan sektor ritel bebas bea secara berkelanjutan. Bagi wisatawan mancanegara, aktivitas belanja kini semakin menjadi bagian penting dari perjalanan mereka ke China, selain menikmati keindahan alam dan kekayaan budayanya.
Dalam beberapa tahun terakhir, China juga terus memperluas kebijakan bebas visa serta menyempurnakan layanan pengembalian pajak bagi wisatawan asing saat keberangkatan. Kemudahan akses masuk dan proses pengembalian pajak yang lebih sederhana dinilai berhasil meningkatkan minat wisatawan untuk berbelanja selama berada di China.
Upaya serupa juga terlihat di sejumlah daerah. Provinsi Hainan, misalnya, menambah dua kategori produk baru dalam daftar belanja bebas bea luar negeri. Pemerintah pusat pun terus memperbaiki regulasi toko bebas bea guna mendorong konsumsi masyarakat dan wisatawan.
Sebagai contohnya adalah Anton yang merupakan turis asal Belarus. Di Kompleks Belanja Bebas Bea Internasional Sanya di Hainan, dia bersama keluarga membeli produk iPhone 17 karena jauh lebih murah.
"Ponsel ini jauh lebih murah di sini daripada di Belarus,' ucapnya seperti dikutip dari China Daily.
Sementara itu, Chengdu telah membuka toko bebas bea pertama di pusat kota sebagai langkah meningkatkan pengalaman belanja wisatawan internasional. Langkah serupa dilakukan Wuhan yang meresmikan toko bebas bea pusat kota pertama di wilayah China tengah, sebagai bagian dari penerapan kebijakan nasional tersebut.
(upd/wsw)












































Komentar Terbanyak
Dulu Viral, Community Center Pamulang Kini Tak Terawat
Kinerjanya Cuma Diberi Nilai 50 oleh DPR, Apa Kata Menpar Widiyanti?
Wisatawan ke Bali Turun, Koster Janji Temui Kemenhub Minta Harga Tiket Dipangkas