Sebuah kastil bersejarah di Prancis, Chateau de Chantilly, mengajak publik untuk patungan membiayai proyek renovasi besar senilai 68 juta euro atau kira-kira Rp 1 triliun. Siapa mau ikut serta?
Pengelola kastel menyebut langkah itu diperlukan untuk menjaga kelestarian bangunan serta koleksi buku dan manuskrip langka yang tersimpan di dalamnya.
Chateau de Chantilly yang berada di Departemen Oise, sekitar 50 kilometer di utara Paris, mengungkapkan bahwa kastil tersebut membutuhkan pekerjaan besar dalam 10 tahun ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Upaya itu dinilai penting untuk melindungi koleksi buku berharga yang dimilikinya agar tetap terjaga untuk generasi mendatang.
Dilansir dari The Independent, Selasa (3/2/2026) kastel tersebut pertama kali dibangun pada abad ke-14 dan kemudian dibangun ulang pada abad ke-19 oleh Henri d'Orleans, putra raja terakhir Prancis.
Pembangunan kembali dilakukan setelah sebagian besar bangunan rusak akibat Revolusi Prancis, menjadikan Chantilly sebagai salah satu simbol sejarah penting negara tersebut.
Di dalam kompleks kastel terdapat Musee Conde, museum seni dengan koleksi terbesar kedua di Prancis setelah Museum Louvre. Museum ini menyimpan karya-karya maestro seperti Fra Angelico, Poussin, dan Raphael. Ruang bacanya menampung sekitar 60.000 volume, termasuk buku antik langka dan manuskrip abad pertengahan yang dihiasi iluminasi.
Menurut pengelola, dana sebesar 68 juta euro itu dibutuhkan selama satu dekade ke depan untuk memulihkan bangunan cagar budaya tersebut, termasuk 33 juta euro (Rp 662 juta) untuk kebutuhan mendesak terkait keselamatan bangunan. Meski pendapatan kastel tahun lalu mencapai 19,8 juta euro (Rp 397 juta), pihak pengelola mengakui properti tersebut masih harus mencari pendanaan tambahan.
"Tantangan ke depan adalah menemukan pendanaan untuk melaksanakan investasi ini, yang penting bagi pelestarian jangka panjang kastel," tulis pengelola Chateau de Chantilly dalam pernyataan resminya.
Perpustakaan Chateau de Chantilly (Wikimedia Commons/ignis) |
Mereka juga mengumumkan bahwa kampanye penggalangan dana besar akan diluncurkan tahun ini dengan seruan luas kepada publik untuk membiayai restorasi perpustakaan.
Dalam pernyataan tersebut dijelaskan bahwa perpustakaan Musee Conde merupakan harta karun sejati koleksi manuskrip yang membutuhkan pembaruan besar.
"Diperlukan pekerjaan signifikan untuk memperbarui sistem pendingin udara, menstabilkan lantai, merombak instalasi listrik, serta memulihkan kulit rak buku dan lantai parket," keterangan pengelola.
Upaya renovasi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang bertajuk Chantilly 2030, yang bertujuan melestarikan warisan arsitektur sekaligus mempertahankan daya tarik pengunjung, berdasarkan laporan auditor pada 2021.
"Chateau de Chantilly saat ini sama sekali tidak mampu menanggung investasi besar yang dibutuhkan untuk menyelamatkan kelestariannya," keterangan pengelola.
Diketahui, sejak 2020 sejumlah proyek restorasi telah dilakukan dengan dukungan Friends of the Conde Museum dan Friends of the Domaine de Chantilly, setelah sebelumnya mendapatkan pendanaan selama 15 tahun dari mendiang Aga Khan IV.
Jumlah pengunjung Chateau de Chantilly juga terus meningkat. Pada 2025, kastel ini dikunjungi 658.164 wisatawan, naik 20% dibandingkan tahun sebelumnya. Pihak museum menargetkan angka kunjungan menembus 700.000 orang pada 2030. Pada 2025, bangunan ini juga terpilih sebagai monumen favorit Prancis melalui jajak pendapat France TV.
Chateau de Chantilly menegaskan akan melanjutkan momentumnya dengan menawarkan program yang kaya dan mudah diakses untuk semua sepanjang 2026, sembari terus berupaya menjaga warisan sejarahnya.
(upd/fem)













































Komentar Terbanyak
Viral Bule Protes Keras Upacara Adat di Bali, Terganggu Suara Musik
Dulu Viral, Community Center Pamulang Kini Tak Terawat
Kinerjanya Cuma Diberi Nilai 50 oleh DPR, Apa Kata Menpar Widiyanti?