Rawa Jombor Makin Ramai, Wisatawan Ngeluh Soal Macet dan Parkir

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Rawa Jombor Makin Ramai, Wisatawan Ngeluh Soal Macet dan Parkir

Achmad Husain Syauqi - detikTravel
Selasa, 03 Feb 2026 15:15 WIB
Rawa Jombor Makin Ramai, Wisatawan Ngeluh Soal Macet dan Parkir
Rawa Jombor di Klaten (Achmad Hussein Syauqi/detikJateng)
Klaten -

Revitalisasi kawasan Rawa Jombor telah selesai dilakukan. Wisatawan makin ramai berkunjung ke destinasi ini. Namun, mereka mengeluhkan soal macet dan parkir.

Rawa Jombor di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten makin ramai dikunjungi wisatawan. Peningkatan wisatawan didominasi oleh pengunjung dari luar kota.

"Ya banyak yang dari luar kota sekarang. Itu terjadi sejak momen liburan sekolah dan tahun baru kemarin," ungkap Ketua Paguyuban Kapal Wisata Rawa Jombor, Sutomo Sabtu (31/1) siang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijelaskan Sutomo, peningkatan kunjungan wisata cukup signifikan sejak sebulan terakhir. Terutama di hari libur dan akhir pekan.

"Terutama hari libur, dan Sabtu-Minggu. Ya peningkatan sekitar 20-40 persen dari sebelumnya," terang Sutomo.

ADVERTISEMENT

Warga, lanjut Sutomo, menyambut gembira peningkatan kunjungan wisata tersebut. Namun saat ini terkendala masalah parkir kendaraan.

"Yang repot sekarang untuk parkir karena warga tidak cukup punya lahan untuk buat parkiran. Tapi ya kita berusaha menata, tapi jika pengunjung membeludak terjadi macet," papar Sutomo.

"Minggu kemarin di jalan utara dan barat rawa penuh. Jumlah bus saja kadang 20-40 unit dan itu bus besar dengan 50 penumpang, belum yang mobil sejenis travel," sebut Sutomo.

Saat ini, sambung Sutomo, ada Bumdes yang berencana membuat lokasi parkir. Bahkan, Bupati Klaten juga berencana membangun parkiran tahun ini.

"Pak Bupati kemarin rencananya membuat lahan parkir di lokasi sport center tahun 2026 ini, semoga terealisasi," tutur Sutomo.

Pemilik warung, Janto, menyatakan peningkatan kunjungan wisata luar biasa. Hari Sabtu dan Minggu bisa ribuan orang.

"Pengunjung ribuan jika Minggu, ya sejak selesai penataan sekitar sebulan. Kita ingin ada parkiran yang memadai," ungkap Janto.

Menurut Janto, kemacetan terjadi karena pengunjung banyak menggunakan bus besar dan mobil. Padahal untuk parkir masih di jalan sehingga rawan macet.

"Ya bus dan mobil kalau parkir kanan kiri yang bikin macet. Harapan kami ya ada parkiran untuk mobil, karena parkir ya cuma di jalan depan warung," papar Janto.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Pemkab Klaten, Purwanto, menjelaskan Pemkab berencana membangun sport center tahun ini. Lokasi nantinya bisa dimanfaatkan untuk parkir.

"Tahun ini ada pembangunan sport center oleh DPUPR, dengan harapan nanti bisa dimanfaatkan untuk lokasi parkir wisatawan. Lokasinya di timur objek wisata Bukit Sidoguro," ungkap Purwanto.

"Untuk sementara kita imbau parkir menggunakan satu sisi, hindari parkir menggunakan dua sisi jalan. Tentu harus ada pengaturan keluar masuk kendaraan," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Rawa Jombor di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten direvitalisasi pemerintah pusat. Revitalisasi kali kedua di rawa seluas 178 hektare itu sudah dilakukan sekitar dua pekan.

"Revitalisasi dilakukan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) bekerja sama dengan TNI. Sebelum pelaksanaan kegiatan kita telah beberapa kali mensosialisasikan," jelas Komandan Kodim 0723/ Klaten, Letkol Inf Slamet Hardianto, Kamis (16/10/2025) siang.

Dijelaskan Slamet Hardianto, dalam sosialisasi sudah disepakati baik luasan area maupun batasan waktu penertiban. Sasaran kegiatan saat ini meliputi sedimentasi, pukat dan karamba ikan.

"Sasaran kegiatan saat ini adalah pembersihan sedimentasi, penertiban pukat dan keramba ikan. Untuk sedimentasi sampai saat ini baru 25 persen, penertiban pukat baru sekitar 15 persen karena menunggu batas waktu yang sudah disepakati dengan petani yaitu 25 Oktober," terang Slamet Hardianto.

Untuk saat ini, lanjut Slamet, petani diimbau untuk masuk ke area yang telah disepakati bersama. Revitalisasi itu bertujuan menata rawa Jombor lebih baik lagi.

"Tujuan kegiatan ini agar rawa Jombor lebih tertata, lebih rapi serta meningkatkan potensi kawasan wisata, pengerukan sedimentasi serta penertiban karamba dan pukat juga untuk meningkatkan kualitas air rawa Jombor agar semakin bagus, kapasitasnya bertambah agar bisa lebih dimanfaatkan petani ikan dan petani padi," kata Slamet Hardianto.


--------

Artikel ini telah naik di detikJateng.




(wsw/wsw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads