Kebijakan baru di area Trevi Mountain, Roma, Italia menimbulkan kebingungan pada hari pertama penerapan. Sejumlah turis melempar koin dari luar pembatas, sehingga memicu risiko keselamatan bagi pengunjung lain.
Mitos dan keindahan Trevi Fountain di Italia menjadi magnet turis dunia. Konon, siapapun yang melempar koin ke air mancur yang dibangun pada 19 SM itu akan mendapat 'jaminan' kembali ke sana. Kemudian, buat mereka yang melemparkan dua koin dijanjikan cinta dengan orang Italia, serta tiga koin bakal menikahi orang Italia.
Kini pengelola air mancur Trevi menerapkan aturan baru. Mulai 2 Februari, turis yang ingin mewujudkan keinginan tersebut harus membayar tiket seharga 2 euro (Rp 39 ribuan).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah kota Roma memperkenalkan sistem tiket baru untuk non-penduduk sebagai bagian dari upaya terbaru mereka untuk mengelola keramaian di salah satu landmark ibu kota yang paling ramai.
Tiket diperlukan buat pengunjung pada Senin hingga Jumat mulai pukul 11.00-20.00 waktu setempat dan pada akhir pekan pukul 09.00-22.00. Setelah pukul 22.00, palang pintu dibuka dan akses gratis diberikan untuk semua orang.
Namun, belum semua turis mengetahui kebijakan baru itu. Pada hari pertama pelaksanaan, tidak semua orang yakin.
Sekelompok turis Spanyol tidak mau membayar. Mereka berdiri di luar pembatas dan melemparkan koin ke arah air mancur dari atas. Beberapa koin meleset sama sekali dari air.
Lemparan koin itu sampai mengganggu pengunjung yang membayar. Mereka sampai menunduk saat koin berjatuhan.
Seorang pejabat kota mengatakan patroli akan segera diperkenalkan untuk mencegah cedera akibat lemparan yang meleset.
Aturan lain adalah bahwa pemegang tiket dilarang makan atau minum di dekat air mancur.
Menurut para pejabat dengan adanya tiket masuk, turis akan terlindungi dari pencopet kerap berada di alun-alun.
Beberapa pengunjung tampak tidak terganggu oleh harga tersebut. Raul, seorang turis dari Argentina, dengan senang hati akan membayar 2 euro untuk melihat air mancur itu dari dekat untuk pertama kalinya.
"Dengan membayar 2 euro sudah cukup untuk melihat sesuatu seperti ini dari dekat," kata Raul.
Setelah menjawab, dia kemudian melemparkan koinnya dari luar pembatas.
Buat pemerintah Italia, penerapan tiket Air Mancur Trevi itu menjadi bagian untuk mengatur pariwisata. Sebelumnya, Italia juga menerapkan biaya masuk Venesia untuk pengunjung harian dan pembatasan baru di situs-situs terkenal di media sosial seperti balkon Juliet di Verona dan gereja Santa Maddalena di kaki Pegunungan Dolomit di Italia utara.
Koin yang dikumpulkan dari Trevi fountain sekitar 1,5 juta euro per tahun. Uang itu akan terus disumbangkan ke badan amal Katolik Caritas, yang mendanai program untuk kaum miskin.
Tiket dapat dibeli secara online atau melalui kode QR yang ditampilkan di lokasi. Anak-anak di bawah lima tahun, penyandang disabilitas, dan penduduk Roma dibebaskan dari biaya masuk.
Air Mancur Trevi, yang diabadikan dalam film La Dolce Vita, memang telah menjadi salah satu masalah pariwisata berlebihan di Roma, terutama selama puncak musim panas. Piazza kecil itu seringkali penuh sesak dengan pengunjung, banyak yang memegang gelato yang meleleh atau mengisi ulang botol air dari air mancur.
Pada 2024, kota itu menguji sistem pembatas untuk membatasi akses ke tepi air mancur, mengukur apakah pengendalian kerumunan dapat dilakukan. Hasilnya adalah penurunan tajam jumlah orang yang bersedia mengantre untuk akses dekat ke mahakarya Barok abad ke-18, yang menandai titik akhir dari saluran air kuno.
Namun, permintaan tetap tinggi. Pada tahun 2025, lebih dari 10 juta orang mengantre untuk mendekati air mancur tersebut, dengan puncak harian sekitar 70.000 pengunjung selama periode tersibuk, kata Walikota Roma Roberto Gualtieri.
Para pejabat kota memperkirakan tiket baru ini dapat menghasilkan antara 6,5 juta dan 20 juta euro setiap tahunnya.
(bnl/fem)












































Komentar Terbanyak
Dulu Viral, Community Center Pamulang Kini Tak Terawat
Kinerjanya Cuma Diberi Nilai 50 oleh DPR, Apa Kata Menpar Widiyanti?
Wisatawan ke Bali Turun, Koster Janji Temui Kemenhub Minta Harga Tiket Dipangkas