Cirebon Pede Wisata Religi Jadi Magnet Wisatawan Sepanjang 2026

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Cirebon Pede Wisata Religi Jadi Magnet Wisatawan Sepanjang 2026

Devteo Mahardika - detikTravel
Rabu, 04 Feb 2026 09:55 WIB
Cirebon Pede Wisata Religi Jadi Magnet Wisatawan Sepanjang 2026
Pengunjung di kompleks Makam Sunan Gunung Jati (Qonita Hamidah)
Jakarta -

Wisata religi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat diyakini semakin bergairah sepanjang 2026. Tak hanya diminati wisatawan domestik, sejumlah wisatawan mancanegara juga menjadikan destinasi religi sebagai tujuan utama saat berkunjung ke daerah ini.

Pemerintah Kabupaten Cirebon mencatat jumlah kunjungan wisata sepanjang 2025 mencapai sekitar 1,2 juta. Angka itu melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya. Capaian tersebut merupakan indikator positif bagi perkembangan sektor pariwisata daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon, Amin Mughni, mengatakan tingginya minat wisatawan ke destinasi wisata religi menjadi faktor utama pendorong peningkatan kunjungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Target kunjungan wisata tahun 2025 sebesar 1,2 juta berhasil terlampaui. Kontribusi paling besar berasal dari wisata religi," kata Amin di Cirebon, Selasa (3/2/2026), dilansir detikJabar.

Amin mengatakan wisata religi di Kabupaten Cirebon telah menjadi magnet utama yang menarik wisatawan sepanjang tahun, baik dari dalam maupun luar negeri. Beberapa destinasi bahkan telah dikenal luas hingga tingkat nasional.

ADVERTISEMENT

Destinasi religi yang paling banyak dikunjungi di antaranya Makam Sunan Gunung Jati di Gunung Sembung dan Makam Mbah Kuwu Sangkan. Kedua lokasi tersebut rutin dikunjungi peziarah dari berbagai daerah di Indonesia, serta wisatawan mancanegara.

"Wisatawan asing yang berkunjung ke destinasi religi ini antara lain berasal dari China dan Malaysia," kata dia.

Selain Makam Gunung Jati dan Makam Mbah Kuwu Sangkan, Cirebon juga memiliki destinasi wisata religi lain, di antaranya Masjid Agung Sang Cipta Rasa di kompleks Keraton Kasepuhan, yang arsitekturnya khas Jawa-Islam dan sarat nilai sejarah, Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, dan Keraton Kacirebonan, yang tidak hanya menjadi pusat budaya, tetapi juga tempat ritual dan kegiatan keagamaan.

Beberapa situs lain yang menarik untuk dikunjungi adalah Makam Syekh Magelung Sakti, Makam Pangeran Panjunan, Masjid Merah Panjunan, dan Masjid Trusmi, yang masing-masing memiliki nilai sejarah dan tradisi dakwah Islam tersendiri. Waktu-waktu tertentu, seperti peringatan Maulid Nabi, Grebeg Syawal, atau Rajaban, menjadi momen yang tepat untuk merasakan nuansa religius sekaligus tradisi budaya Cirebon.

Selain wisata religi, Kabupaten Cirebon memiliki sekitar 90 destinasi yang tersebar, meliputi wisata alam dan wisata buatan. Keberadaan objek wisata tersebut mulai memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat dan pemerintah desa.

Amin mencontohkan objek wisata Batu Lawang yang telah mampu menyumbang Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui skema pengelolaan berbasis bagi hasil.

"Dari pendapatan Batu Lawang, 70 persen dialokasikan untuk pengembangan objek wisata, sedangkan 30 persen diserahkan kepada pengelola kawasan hutan," kata dia.

Selain kontribusi kunjungan, sektor pariwisata juga berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sepanjang 2025, realisasi PAD dari sektor pariwisata tercatat mencapai sekitar Rp 100 juta, melampaui target awal sebesar Rp 75 juta.

Untuk 2026, Disbudpar Kabupaten Cirebon menargetkan PAD sektor pariwisata meningkat menjadi Rp 150 juta melalui penguatan infrastruktur dan peningkatan layanan di setiap destinasi.

"Tahun ini kami terus mengembangkan potensi wisata unggulan, khususnya wisata religi, agar tren pertumbuhan kunjungan wisatawan dapat terjaga secara berkelanjutan," kata Amin.

Sementara itu, Kepala Desa Cirebon Girang, Hafid Uto, mengakui adanya peningkatan signifikan kunjungan wisatawan ke Makam Mbah Kuwu Sangkan sepanjang 2025, terutama dari wisatawan luar daerah.

"Memang terjadi lonjakan kunjungan pada tahun 2025 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, khususnya peziarah dari luar kota," ujarnya.

Untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung, pihak desa berencana membenahi infrastruktur, terutama akses jalan menuju lokasi makam.

"Akses jalan menuju lokasi akan kami perbaiki," kata dia.

Selain itu, pemerintah desa juga mendorong pemberdayaan masyarakat sekitar agar dampak ekonomi dari wisata religi dapat dirasakan secara langsung.

"Kami melibatkan masyarakat dalam berbagai aktivitas ekonomi, sehingga perekonomian warga bisa meningkat seiring bertambahnya kunjungan wisatawan," ujar Hafid.

Dia berharap pada 2026 jumlah kunjungan wisatawan ke Makam Mbah Kuwu Sangkan dan destinasi religi lainnya di Kabupaten Cirebon dapat terus meningkat.

***

Selengkapnya klik detikJabar.




(fem/fem)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads