Indonesia berhasil mencatat prestasi dengan masuk dalam daftar ASEAN Sustainable Tourism Award (ASTA) 2026. Dalam ajang ini, dua destinasi Indonesia meraih penghargaan di kategori berbeda, yakni Kebun Raya Bogor untuk kategori urban dan Tenun Sumba Prai Ijing untuk kategori rural.
Kebun Raya Bogor dinilai unggul karena menjadi destinasi hijau perkotaan yang menggabungkan konservasi alam, edukasi, dan pengalaman wisata berkelanjutan, sehingga tetap ramah bagi pengunjung sekaligus menjaga keanekaragaman hayati.
Sementara itu, Tenun Sumba Prai Ijing menerima penghargaan atas keberhasilannya melestarikan budaya lokal dan memberdayakan masyarakat desa melalui praktik pariwisata berbasis komunitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penilaian ASTA mengacu pada prinsip pariwisata berkelanjutan yang mencakup aspek lingkungan, sosial-budaya, ekonomi, serta pengalaman wisatawan.
Kampung Prai Ijing
Kampung Adat Prai Ijing di Sumba (I Gede Leo Agustina/d'traveler) |
Kampung Prai Ijing berada di Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumba Barat Semuel Dato Mesa kepada detikBali, Selasa (3/2/2026), mengatakan penghargaan itu didapatkan karena warga Kampung Prai Ijin dinilai berhasil melestarikan tenun ikat tradisional dan memberdayakan komunitas lokal melalui pariwisata berbasis masyarakat.
Di sana, wisatawan dapat belajar menenun, membeli produk lokal, dan merasakan kehidupan sehari-hari warga, sehingga budaya, ekonomi, dan lingkungan dapat berkembang secara berkelanjutan
"Jadi penghargaan itu ada beberapa kategori seperti kamar mandi bersih, lingkungan tanpa plastik, dan cara mengajarkan kelompok sadar wisata untuk mengelola destinasi pariwisata," kata Semuel.
Kebun Raya Bogor
Taman Soedjana Kassan Kebun Raya Bogor. (Kebun Raya Bogor) |
Kebun Raya Bogor (Bogor Botanical Gardens) meraih penghargaan kategori urban dalam ASEAN Sustainable Tourism Award 2026 karena berhasil menjadi destinasi hijau perkotaan yang menyeimbangkan pariwisata, konservasi alam, dan edukasi.
Kebun ini menjadi rumah bagi lebih dari 15.000 spesies tanaman, termasuk koleksi langka dan endemik, sekaligus menyediakan ruang penelitian dan edukasi bagi mahasiswa, peneliti, dan masyarakat.
Selain itu, Kebun Raya Bogor berfungsi sebagai ruang terbuka hijau yang mendukung rekreasi, olahraga, dan kegiatan edukatif bagi warga kota, sehingga bermanfaat tidak hanya bagi wisatawan tetapi juga masyarakat lokal.
Berbagai program edukasi lingkungan, tur edukatif, dan workshop konservasi membuat pengunjung memahami pentingnya menjaga alam sambil menikmati pengalaman wisata yang menyenangkan.
Kebun ini juga menerapkan praktik pengelolaan berkelanjutan, seperti pengolahan sampah organik, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, dan pemeliharaan jalur pejalan kaki yang ramah ekosistem.
(fem/fem)














































Komentar Terbanyak
Dulu Viral, Community Center Pamulang Kini Tak Terawat
Kinerjanya Cuma Diberi Nilai 50 oleh DPR, Apa Kata Menpar Widiyanti?
Wisatawan ke Bali Turun, Koster Janji Temui Kemenhub Minta Harga Tiket Dipangkas