Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo menegaskan permintaan kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Solo terkait proses perubahan nama KGPH Purbaya menjadi Sri Susuhunan Paku Buwono Empat Belas. Surat tersebut dilayangkan oleh LDA kemarin.
"Sejak saat permohonan pertama ditolak PN lalu saat permohonan kedua dikabulkan, lawyer LDA kirim surat, dan terakhir hari ini kirim lagi," kata Ketua Eksekutif LDA, KPH Eddy Wirabhumi, Senin (2/2/2026), dilansir detikJateng.
Eddy menyebut surat yang dilayangkan ke Dispendukcapil adalah surat pengertian penggantian nama KGPH Purbaya menjadi Paku Buwono Empat Belas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Surat kalau yang pertama dari LDA, yang kedua dari lawyer, yang ketiga dari LDA lagi. Iya (surat penghentian pergantian nama?)," kata dia.
Meski begitu, Eddy mengatakan bahwa LDA akan tetap mengikuti situasi yang ada. Dia menyatakan menghormati langkah Dispendukcapil yang memproses pergantian nama.
"Kita ikuti dan sikapi sesuai situasi yang ada saja. Kita negara hukum, kita hormati langkah Dukcapil tentunya perlu tidaknya kami tempuh proses hukum lanjutan kita sesuaikan situasi yang ada," kata dia.
Dihubungi terpisah, Kepala Dispendukcapil, Agung Hendratno, membenarkan bahwa telah menerima surat dari LDA. Agung menegaskan bahwa menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
"Iya (dapat surat dari LDA hari ini). Kami menghormati upaya hukum yang dilakukan kedua belah pihak. Dalam proses yang sedang berjalan tentunya harus berdasarkan regulasi dan aturan yang ditetapkan. Maka harus hati-hati dan dicermati dan Dukcapil Surakarta selalu intens berkonsultasi dengan pusat atau direktorat jendral Dukcapil," kata dia.
Sementara itu, Paku Buwono (PB) XIV Purbaya mengatakan perubahan nama itu diajukan karena dia merasa berhak memiliki nama itu. "(Tujuan pergantian nama apa?) Ya namanya memang itu, gimana," kata Purbaya pada 30 Januari.
Artikel ini menjadi artikel terpopuler, Rabu (5/2/2026). Baca selengkapnya di sini.
Baca juga artikel populer lainnya di bawah ini:
- Jakarta Timur Punya Taman Nyaman, Taman Kopi, Nggak Kalah dari Jaksel
- Pantai Pangandaran Semrawut, Dipenuhi Pedagang-Persewaan Kuda
- Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
- Dari Blok M ke Bandara Soetta Bisa Naik TransJakarta, Tarifnya Cuma Rp 3.500
- Tipis, Peluang Hidup Macan Tutul Pincang di Gunung Sanggabuana
- Kinerjanya Cuma Diberi Nilai 50 oleh DPR, Apa Kata Menpar Widiyanti?
- Nihil Penerbangan, 3 Maskapai China Batalkan Penerbangan ke Jepang di Februari
- Wisata Murah di Jaktim: Mancing dan Joging Asyik di Embung Pekayon
- 8 Seni Patung Luar Biasa yang Bikin Takjub
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Protes Keras Upacara Adat di Bali, Terganggu Suara Musik
Dulu Viral, Community Center Pamulang Kini Tak Terawat
Kinerjanya Cuma Diberi Nilai 50 oleh DPR, Apa Kata Menpar Widiyanti?