Fakta-fakta Macan Tutul di Bromo, Samakah dengan Macan Kumbang?

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Fakta-fakta Macan Tutul di Bromo, Samakah dengan Macan Kumbang?

Nyimas Amrina Rosada - detikTravel
Kamis, 05 Feb 2026 12:17 WIB
Fakta-fakta Macan Tutul di Bromo, Samakah dengan Macan Kumbang?
MAcan tutul dan macan kumbang di Bromo. (Istimewa)
Jakarta -

Masih banyak yang keliru membedakan macan tutul dan macan kumbang. Dua spesies endemik Pulau Jawa ini dikenal sebagai predator puncak dalam ekosistem. Apakah keduanya berasal dari jenis yang sama atau berbeda?

Keberadaan macan tutul di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menjadi perhatian penting bagi publik dalam mengawasi kelestarian spesies endemik yang tersisa di Pulau Jawa tersebut.

Merujuk arsip detikTravel, Kamis (5/2/2026), dua ekor macan terekam camera trap yang dipasang di TNBTS pada Desember 2024. Penangkapan dua ekor macan ini kembali menimbulkan pertanyaan, apakah macan tutul bromo itu sama dengan macan kumbang?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) menjelaskan bahwa macan tutul yang hidup di kawasan Bromo merupakan macan tutul jawa (Panthera pardus melas) yang merupakan salah satu satwa endemik Pulau Jawa yang terancam punah.

Macan tutul jawa terbagi menjadi dua jenis, yaitu macan tutul jawa terang dan macan tutul jawa gelap. Perbedaan antara kedua jenisnya dapat dilihat dari warna bulu macan tutul Jawa. Macan tutul Jawa terang memiliki warna bulu kecoklatan atau jingga dengan pola tutu-tutul hitam.

ADVERTISEMENT

Sementara macan tutul jawa gelap memiliki warna hitam pekat karena kelainan genetik. Macan tutul berwarna gelap inilah yang disebut sebagai macan kumbang. Meski terlihat hitam pekat, macan kumbang tetap memiliki pola totol khas macan tutul yang bisa terlihat samar jika terkena cahaya tertentu.

Di kawasan Bromo, macan tutul jawa hidup di hutan pegunungan, lereng curam, dan area yang relatif jauh dari aktivitas manusia. Satwa ini dikenal pemalu, soliter, dan aktif pada malam hari, sehingga sangat jarang terlihat secara langsung.

Fakta-fakta Macan Tutul Bromo

1. Satwa Endemik di Pulau Jawa

Melansir informasi Cat Specialist Group, macan tutul jawa adalah salah satu subspesies macan tutul yang hanya ditemukan di Pulau Jawa dan pulau sekitarnya seperti Nusakambangan, Kangean, dan Sempu. Sebagai satwa endemik, keberadaannya unik dan hanya hidup di wilayah ini.

Macan tutul jawa diklasifikasikan sebagai satwa Terancam Punah bahkan masuk dalam Daftar Merah IUCN berdasarkan jumlah populasinya yang kian menurun. Secara keseluruhan populasinya diperkirakan hanya sekitar 324 individu, 24 di antaranya pernah terekam camera trap di kawasan TNBTS tahun 2024.

Berdasarkan Status Hijau IUCN Spesies, macan tutul jawa menempati posisi Kritis Depleted dengan skor pemulihan spesies sebesar 20%. Hal ini menunjukkan krisis besar akan punahnya spesies endemik satu ini.

Upaya konservasi macan tutul jawa saat ini difokuskan pada peningkatan kapasitas, pemantauan status dan sebaran populasi, mitigasi konflik, serta penguatan kebijakan nasional. Pemantauan populasi rutin dilakukan melalui pemasangan camera trap dan analisis spasial oleh sejumlah taman nasional.

Sejak 2018, pemerintah telah menetapkan lima lanskap prioritas konservasi, yakni Taman Nasional Halimun Salak, Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Meru Betiri, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sebagai habitat konservasi macan tutul jawa.

2. Predator Puncak di Ekosistem

Melansir situs Universitas Gadjah Mada, macan tutul jawa termasuk dalam jenis hewan karnivora, oleh karena itu posisinya berada pada puncak rantai makanan di Jawa. Posisi ini didapat macan tutul jawa usai punahnya harimau jawa yang dulu menjadi puncak rantai makanan.

Macan tutul berperan sebagai indeks kesehatan ekosistem hutan. Populasinya sangat penting karena mencerminkan kualitas habitat dan keberlanjutan rantai makanan.

3. Hidup di Hutan Tropis dan Pegunungan

Macan tutul jawa umumnya menghuni hutan tropis, kawasan pegunungan, dan konsesi taman nasional atau suaka margasatwa di Pulau Jawa. Satwa satu ini terkenal dengan kemampuan beradaptasi yang baik di lingkungan tempatnya hidup.

Macan tutul jawa pernah tercatat hidup di hutan pinus, jati, perkebunan campuran, hutan bakau, hutan pesisir, bahkan hutan kering dataran rendah. Hewan ini juga bisa hidup di dataran tinggi hingga 2.540 mdpl.

4. Hidup Menyendiri dan Teritorial

Melansir A-Z Animals, macan tutul jawa dikenal sebagai satwa dengan perilaku soliter. Dalam kehidupan alaminya, hewan ini lebih sering hidup menyendiri dan sangat menjaga wilayah kekuasaannya.

Untuk menandai teritori, macan tutul Jawa menggunakan aroma khas dari urine atau kelenjar bau, yang berfungsi sebagai penanda keberadaan sekaligus cara menghindari konflik dengan individu lain.

5. Aktif Saat Senja dan Malam

Macan tutul jawa dikenal juga sebagai hewan nokturnal yaitu hewan yang melakukan aktivitas saat senja atau malam. Pada jam-jam ini, kondisi lingkungan lebih tenang dan peluang berburu mangsa menjadi lebih besar. Hal inilah yang menyebabkan macan tutul Jawa jarang ditemui di siang hari.

6. Dapat Memanjat Pohon

Macan tutul jawa memiliki kemampuan memanjat yang sangat baik. Mereka kerap membawa hasil buruannya ke atas pohon, baik ke dahan maupun percabangan yang tinggi.

Strategi ini dilakukan untuk melindungi makanan dari gangguan hewan lain seperti pemakan bangkai, sekaligus menunjukkan adaptasi luar biasa macan tutul jawa dalam bertahan hidup di habitat hutan.

7. Takut Air

Macan tutul jawa juga dikenal tidak suka air. Satwa ini cenderung menghindari area perburuan yang berada dekat dengan sumber air, karena tidak suka berenang atau membuat bulunya basah.

Kondisi bulu yang kering dianggap penting untuk menjaga kenyamanan sekaligus efektivitas pergerakan saat berburu.

Uniknya ketika ingin kebersihan tubuh, macan tutul Jawa berguling-guling di tanah untuk menghilangkan debu, kotoran, atau puing-puing yang menempel di bulu.




(fem/fem)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads