Keanekaragaman hayati Indonesia memang sudah diakui oleh dunia, terbukti dengan ditemukannya kawanan dugong atau sapi laut berenang di perairan Maluku Barat Daya (MBD).
Hal itu karena Indonesia berada di wilayah garis khatulistiwa, semakin dekat dengan garis tersebut maka semakin beragam pula kekayaan hayatinya.
Indonesia berada dalam gugus yang disebut coral triangle bersama beberapa negara tetangga lainnya, tapi Indonesia punya cakupan luas terkait Coral Triangle ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain di coral triangle itu, keberagaman hayati terbanyak juga bisa ditemukan di Hutan Amazon dan Congo Basin atau Cekungan Kongo yang berada di lembah. Coral Triangle satu-satunya dari tiga tempat itu dengan keanekaragaman hayati yang berada di laut.
Terbukti dalam ekspedisi yang dilakukan oleh tim dari WWF Indonesia, salah satu temuannya adalah lebih dari 30 dugong berenang perairan Pulau Romang
"Kita menemukan lebih dari 200 spesies, kita peneliti bilangnya ETP (Endangered, Threatened, and Protected species), spesies-spesies yang terancam punah, rentan, dan dilindungi oleh undang-undang," ujar Senior Manager Program WWF Indonesia-Expedition Lead, Ahmad Hafiz Adyas di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kamis (5/2/2026).
"Jadi kita menemukan lebih dari 30 dugong lalu paus orca. Kenapa ini di-highlight? karena mereka adalah spesies kunci jadi kalau kita peneliti laut bilang, jadi menjaga spesies ini, maka ekosistem lain ikut terjaga," lanjutnya.
Keanekaragaman hayati di Maluku Barat Daya. (WWF Indonesia) |
Menurutnya jika kita masyarakat dan lini-lini lainnya menjaga dugong maka ekosistem lainnya pun ikut terjaga.
"Dari hasil pantauan drone, kami menemukan 32 individu dugong di Pulang Romang. Kenapa ini menjadi penting? belum pernah tercatat individu dugong sebanyak ini di Indonesia, belum pernah ada," ia melengkapi.
Hafiz membandingkan temuannya di Pulau Romang itu dengan temuan dugong di India, bahkan di Thailand hanya ditemukan dugong sekitar 26 individu saja.
"Dan biasanya dugong itu selalu kalau ditemukan cuma satu, dua, paling banyak mungkin tiga. Jarang sekali banyak begini berkumpul," tegas Hafiz.
'Resident Orca'
Selain dugong yang menarik lainnya dalam temuan satwa di ekspedisi tersebut, Hafiz dan tim lainnya juga menemukan beberapa paus orca atau dikenal sebagai paus pembunuh. Dengan kemunculan dua spesies itu, Hafiz mengatakan bahwa ekosistem di sana masih sangat terjaga.
"Dan orca ini dia itu adalah apex predator, jadi dia udah paling top di rantai makanan. Jadi kalau dia ada, itu indikator bahwa kondisi ekosistemnya masih sehat," ucapnya.
WFF Indonesia menyebut paus orca yang terdokumentasi di perairan Kepualauan Romang-Demar itu mereka sebut dengan resident orca. Karena berdasar dari wawancara mereka dengan masyarakat di sana, kemunculan paus-paus orca itu kerap ditemukan juga oleh mayarakat.
Temuan paus orca di perairan Maluku Barat Daya. (WWF Indonesia) |
"Kita menduga orca yang kita temukan kemarin, resident orca kita bilangnya. Jadi orca kan migrasi ya, nah tapi karena dia dekat di sini (dengan pulau) dia mungkin migrasinya pendek dan akan reguler ditemukan di daerah situ," jelas Hafiz.
Keberlangsungan Jadi Tanggung Jawab Bersama
Perairan di wilayah Kepulauan Romang dan Damer ini merupakan wilayah yang masuk dalam area konservasi. Oleh karenanya dalam kesempatan yang sama, Direktur Konservasi Ekosistem KKP, Firdaus Agung Kunto Kurniawan, menyampaikan perlunya bergandengan tangan semua pihak dalam hal ini menjaga keberlangsungan ekosistem laut.
"Supaya ini menjadi perhatian dunia jadi eksotisme, keunikan, dan sebagainya itu bukan hanya menjadi kekayaan masyarakat di Maluku. Bukan menjadi kekayaan, kebanggaan di Maluku tapi menjadi kebanggaan Indonesia, menjadi warisan dunia," ujar Firdaus.
"Nilai pentingnya itu sangat konkret, sangat aktual, dan juga sangat multidimensi. Dan itu menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan memastikan itu bisa kita kelola, kita lestarikan untuk kepentingan masyarakat, pembangunan kabupaten, provinsi, dan pembangunan rakyat bahkan untuk kepentingan masyarakat dunia," lengkapnya.














































Komentar Terbanyak
Viral Bule Protes Keras Upacara Adat di Bali, Terganggu Suara Musik
Dulu Viral, Community Center Pamulang Kini Tak Terawat
Cerita Pilot Wanita Garuda Terbangkan Bryan Adams dan Diundang ke Konsernya