Bukan Cuma Manusia, Unta di Arab Saudi Kini Punya Paspor
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Bukan Cuma Manusia, Unta di Arab Saudi Kini Punya Paspor

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Sabtu, 07 Feb 2026 08:04 WIB
Bukan Cuma Manusia, Unta di Arab Saudi Kini Punya Paspor
Unta di Arab Saudi. (ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)
Riyadh -

Kebijakan aneh dan unik dilakukan oleh Pemerintah Arab Saudi. Bukan hanya manusia saja yang punya paspor, tapi unta pun kini dibuatkan paspor.

Arab Saudi resmi menerapkan sistem paspor untuk unta sebagai bagian dari upaya menata dan mengembangkan sektor peternakan unta di negara tersebut. Kebijakan ini sejalan dengan agenda besar Visi Saudi 2030 yang mendorong modernisasi dan digitalisasi di berbagai sektor.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian Arab Saudi, Mansour Almushaiti, mengumumkan peluncuran paspor unta yang akan diterapkan pada jutaan unta di seluruh negeri. Ia menyebut kebijakan itu bertujuan mengatur sektor unta, meningkatkan efisiensi layanan, serta memperkuat kredibilitas industri tersebut di tingkat lokal maupun internasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini merupakan bagian dari upaya kementerian, melalui Program Pengembangan Peternakan dan Perikanan Nasional, untuk memperkenalkan perangkat digital dan regulasi terpadu guna mendukung keberlanjutan sektor ini," kata Almushaiti dikutip dari BBC, Sabtu (7/2/2026).

ADVERTISEMENT

Melalui unggahan di akun X resmi kementerian pada Selasa (3/2), diperlihatkan paspor berwarna hijau dengan lambang negara dan gambar unta emas. Data tahun 2024, otoritas setempat memperkirakan populasi unta di Arab Saudi mencapai sekitar 2,2 juta ekor.

Menurut kementerian itu, paspor unta akan berfungsi sebagai dokumen identitas resmi yang menghubungkan setiap hewan dengan data kesehatan dan kepatuhan regulasi. Almushaiti menjelaskan bahwa sistem ini dirancang untuk mendokumentasikan informasi unta, kepemilikan, dan ras guna meningkatkan kualitas layanan, keandalan transaksi, serta respons veteriner dan pengawasan.

Paspor tersebut akan memuat data lengkap, mulai dari nomor microchip dan nomor paspor hingga nama, tanggal lahir, ras, jenis kelamin, warna, tempat lahir, serta otoritas penerbit. Foto unta dari sisi kanan dan kiri juga disertakan untuk memastikan identifikasi yang akurat.

Salah satu fitur utama paspor tersebut adalah pencatatan vaksinasi secara rinci. Dengan rekam kesehatan yang terdokumentasi, pemerintah dapat memantau penyakit menular dan mengambil langkah cepat jika diperlukan.

Selain itu, paspor ini diharapkan mampu menata pasar unta, melindungi hak pemilik, serta meningkatkan transparansi dan kepercayaan di industri peternakan. Pihak kementerian menilai proyek ini memiliki peran strategis dalam pengelolaan ternak nasional.

"Dengan menciptakan basis data unta yang akurat berdasarkan jenis kelamin, umur, ras, dan warna, sistem ini akan mendukung rencana nasional untuk mengatur sumber daya ternak di seluruh wilayah kerajaan," bunyi pernyataan kementerian tersebut.

Kebijakan ini juga dinilai dapat meningkatkan produktivitas melalui efisiensi pembiakan, analisis genetik, serta dukungan terhadap program seleksi guna meningkatkan kualitas unta lokal.

Sebagai informasi, unta sendiri memiliki nilai budaya dan ekonomi tinggi di Arab Saudi. Selain menjadi bagian dari sejarah panjang masyarakat Semenanjung Arab, hewan ini juga kerap menjadi pusat perhatian dalam festival dan kontes kecantikan tahunan yang menyedot minat besar para penggemar.




(upd/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads