Iklim Perhotelan RI Masih Oke, Artotel Kebut Buka 16 Hotel Baru
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Iklim Perhotelan RI Masih Oke, Artotel Kebut Buka 16 Hotel Baru

Dadan Kuswaraharja - detikTravel
Sabtu, 07 Feb 2026 12:02 WIB
Iklim Perhotelan RI Masih Oke, Artotel Kebut Buka 16 Hotel Baru
Press Conference Artotel Living World Grand Wisata Bekasi. Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta -

Dunia perhotelan Indonesia menunjukkan sinyal optimisme memasuki 2026. Di tengah dinamika ekonomi global dan perubahan pola perjalanan wisatawan, pelaku industri perhotelan tetap melihat peluang pertumbuhan yang kuat, terutama di segmen bisnis dan leisure.

Chief Operating Officer Artotel Group, Eduard Rudolf Pangkerego, menilai iklim perhotelan nasional masih berada dalam tren positif, tercermin dari keberlanjutan ekspansi hotel dan kepercayaan investor terhadap sektor ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iklim perhotelan kami masih positif, sama seperti keyakinan para investor kami, Artotel sudah melewati krisis 2008, 2011, hingga pandemi COVID-19, dan tetap berjalan. Yang penting dikelola dengan proper," ujar Eduard.

Pada 2026, Artotel Group menargetkan pembukaan hingga 16 hotel baru di berbagai daerah di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebagian besar akan mengusung brand Artotel, sementara sisanya berasal dari brand lain dalam portofolio grup.

ADVERTISEMENT

"Tahun ini mudah-mudahan bisa lancar membuka 16 hotel. Sebelum Ramadan, ada empat hotel yang akan dibuka. Brand-nya beragam, tapi sekitar 12 di antaranya Artotel, sisanya MAXONE dan satu hotel Dafam di Medan," jelas Eduard.

Pembukaan hotel-hotel baru ditargetkan berlangsung pada semester pertama 2026, dengan sebaran lokasi yang mencakup Batam, Medan, Wonosobo, Bali (Nusa Penida), hingga Kalimantan.

Salah satu proyek yang menarik perhatian adalah hotel di Banjarbaru Kalimantan Selatan yang dijadwalkan beroperasi pada 26 Februari 2026, dengan kapasitas sekitar 190 kamar dan ballroom yang mampu menampung hingga 2.000 tamu.

"Hotel di Kalimantan ini sangat menarik untuk bisnis di sana. Ballroom-nya besar, sekitar 2.000 pax, sehingga punya potensi besar untuk MICE," tambahnya.

Permintaan Perjalanan Masih Kuat

Eduard menilai bahwa kebutuhan akomodasi di Indonesia masih akan terus meningkat, seiring dengan mobilitas masyarakat yang tetap tinggi, baik untuk perjalanan bisnis maupun wisata.

"Kami melihat tahun ini orang tetap melakukan perjalanan, baik untuk bisnis maupun leisure. Kami yakin masih banyak tempat yang membutuhkan akomodasi," katanya.

Optimisme ini juga didukung oleh kinerja hotel-hotel kelolaan Artotel Group yang dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi kawasan tempat mereka beroperasi.

"Untuk hotel existing, kami yakin bisa memberikan value added, seperti di Grand Wisata atau Kota Wisata. Secara umum, 2026 akan jauh lebih baik dibandingkan 2025," tutup Eduard.




(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads