Kuil Preah Vihear Rusak, Kamboja Salahkan Thailand
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kuil Preah Vihear Rusak, Kamboja Salahkan Thailand

Bonauli - detikTravel
Sabtu, 07 Feb 2026 17:14 WIB
Kuil Preah Vihear Rusak, Kamboja Salahkan Thailand
Kuil Preah Vihear (Roland Neveu/LightRocket via Getty Images)
Phnom Penh -

Kuil Preah Vihear tampak berantakan. Kuil yang diperebutkan oleh Thailand dan Kamboja itu rusak!

Kuil yang dianggap sebagai mahakarya arsitektur Khmer yang menghadap ke dataran utara Kamboja tersebut menjadi zona perang ketika sengketa perbatasan yang telah lama berlangsung meletus menjadi pertempuran dengan jet tempur, artileri, tank, dan pasukan darat tahun lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dampak perang kini terlihat di sana. Pecahan batu pasir berserakan di Kuil Preah Vihear. Fasad batu pasir berusia berabad-abad itu dipenuhi bekas luka pecahan peluru setelah berminggu-minggu terjadi bentrokan perbatasan yang mematikan dengan negara tetangga Thailand, seperti dikutip dari AFP pada Sabtu (7/2/2026).

Puluhan orang tewas dan lebih dari satu juta orang mengungsi, sampai akhirnya kedua negara tetangga di Asia Tenggara itu sepakat untuk gencatan senjata pada bulan Desember.

ADVERTISEMENT

AFP adalah media internasional pertama yang mengakses Kuil Preah Vihear sejak bentrokan tersebut, mendokumentasikan kerusakan yang luas pada kompleks batu pasir yang indah yang berasal dari abad ke-11.

Para pejabat Kamboja yang mengawal AFP mengatakan bahwa kerusakan tersebut diakibatkan oleh penembakan artileri berat dan pemboman udara yang dilakukan oleh tentara Thailand.

"Kerusakannya sangat serius," kata Ea Darith, direktur konservasi dan arkeologi di Otoritas Preah Vihear, yang bertugas melestarikan kuil tersebut.

Ia mengatakan 420 bagian kompleks rusak pada bulan Desember dan 142 bagian lainnya rusak dalam kekerasan sebelumnya pada bulan Juli. "Beberapa struktur kuil bisa runtuh. Kita membutuhkan intervensi segera," katanya.

Ia menambahkan bahwa Kamboja akan berkonsultasi dengan UNESCO tentang cara melakukan perbaikan. Badan kebudayaan PBB tersebut mengatakan kepada AFP pada bulan Januari bahwa mereka akan mengirim tim untuk menilai kerusakan setelah permintaan Kamboja.

"Restorasi akan sulit, membutuhkan waktu, dan biaya yang besar," kata Ea Darith.

Awal Mula Perselisahan Kamboja-Thailand

Perselisihan antara Kamboja dan Thailand berawal dari penetapan perbatasan sepanjang 800 km pada awal abad ke-20 selama pemerintahan kolonial Prancis.

Kuil Preah Vihear, yang telah menjadi situs warisan UNESCO sejak 2008, telah menjadi titik perselisihan antara kedua negara tetangga tersebut.

Mahkamah Internasional memberikan kedaulatan kepada Kamboja atas Preah Vihear pada tahun 1962 dan atas sebidang tanah di sekitar kuil pada tahun 2013, tetapi Thailand tidak mengakui yurisdiksi pengadilan tersebut.

Area yang diperebutkan di dekat kuil juga menjadi lokasi bentrokan militer pada tahun 2008, dan kekerasan sporadis selama beberapa tahun setelahnya menyebabkan kematian dua lusin orang.

Beberapa kerusakan yang ditimbulkan selama pertempuran tahun lalu tidak dapat diperbaiki, kata Hem Sinath, wakil direktur Otoritas Preah Vihear.

Ia mengatakan bahwa beberapa area yang terkena dampak mungkin akan dilestarikan sebagai situs museum untuk menunjukkan kerusakan akibat tembakan dari pihak Thailand.

Wartawan AFP melihat beberapa peluru yang belum meledak di lokasi tersebut. Pada bulan Desember, Thailand menuduh pasukan Kamboja sengaja menggunakan situs kuno tersebut sebagai pos militer, dan mengatakan bahwa situs tersebut kehilangan status perlindungannya.

"Tentara Thailand banyak menembaki kuil itu pada hari terakhir," kata seorang petugas polisi yang ditempatkan di kuil tersebut, yang meminta namanya dirahasiakan karena ia tidak berwenang berbicara kepada media.

"Kerusakannya ada di mana-mana. Mereka ingin menghancurkan kuil itu," pungkasnya.




(bnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads