Menjelang Imlek, rasa kebersamaan terasa kental di Vihara Dharma Rahayu An Tjeng Bio, Indramayu. Di vihara ini, digelar ritual Patung Dewa mandi kembang.
Vihara tertua di Indramayu itu menggelar tradisi bersih-bersih kelenteng yang sarat akan makna pada Senin (9/2/2026).
Ritual tahunan tersebut dilakukan secara gotong royong menjelang perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 17 Februari 2026 mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya diikuti umat Tionghoa, warga sekitar vihara pun turut ambil bagian. Mereka membaur tanpa sekat dalam suasana penuh dengan rasa toleransi. Mereka bersama-sama membersihkan area kelenteng sebagai bentuk persiapan untuk menyambut Imlek.
Ketua Yayasan Dharma Rahayu, Kardjoh Dhamma Sukho mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang bersih, indah, dan nyaman.
"Tempat peristirahatan patung dibersihkan agar saat perayaan semuanya tampak rapi dan layak dipandang," ujarnya.
Dalam pantauan di lokasi, ratusan patung dewa-dewi tampak dikeluarkan satu per satu untuk dimandikan. Prosesi ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian menggunakan air yang telah dicampur bunga mawar dan melati.
Menurut Kardjoh, tradisi tersebut telah diwariskan secara turun-temurun di vihara yang berada di Jalan Cimanuk, Kelurahan Lemahmekar itu. Suasana semakin semarak dengan alunan lagu-lagu Mandarin yang mengiringi jalannya kegiatan, menambah nuansa Konghucu yang khas dan hangat.
Vihara Dharma Rahayu sendiri diketahui telah berdiri sejak tahun 1848 dan dikenal sebagai rumah ibadah yang terbuka bagi siapa saja. Kardjoh menegaskan sejak dahulu vihara ini menjunjung tinggi nilai inklusivitas.
"Kami tidak membedakan latar belakang agama. Siapa pun boleh datang, baik untuk beribadah, melihat, maupun belajar tentang perayaan Imlek," katanya.
Menurut Kardjoh, Imlek memiliki makna berbagi kebahagiaan. Nilai inilah yang ingin disampaikan Vihara Dharma Rahayu kepada masyarakat luas.
"Acara ini terbuka untuk umat dari dalam maupun luar Indramayu," tambahnya.
Berdasarkan penuturan Kardjoh, kegiatan bersih-bersih kelenteng menjadi pembuka dari rangkaian acara panjang yang akan digelar.
Setelah Imlek, masyarakat Indramayu akan disuguhi berbagai atraksi budaya dalam perayaan Cap Go Meh yang berlangsung 15 hari setelah Imlek, seperti pertunjukan Barongsai dan kesenian lainnya.
Rangkaian acara berlanjut dengan peringatan hari ulang tahun patung tuan rumah, Lak Kwa Ya, yang akan digelar pada 8-9 Maret 2026. Dalam agenda tersebut, akan dilaksanakan kirab budaya yang rutin digelar setiap tahun.
Dalam setiap penyelenggaraan kegiatan, pihak yayasan selalu berkoordinasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), guna memastikan suasana kondusif dan harmonis tetap terjaga.
Kardjoh menegaskan seluruh rangkaian acara yang digelar vihara terbuka untuk umum. Semua agama bisa datang dan menyaksikan.
"Tujuan kami sederhana, menciptakan suasana damai, harmonis, dan mempererat kerukunan antarwarga," pungkasnya.
--------
Artikel ini telah naik di detikJabar.
(wsw/wsw)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5