Meski salju lebat membuat kekhawatiran di beberapa wilayah Jepang, ada sisi positif dari kondisi cuaca tersebut yakni menggairahkan kunjungan bagi resort-resort ski di sana.
Kondisi salju lebat ini menarik minat baru wisatawan mancanegara, khususnya wisatawan dari Amerika Serikat. Berdasarkan data SnowJapan.com, sejumlah area ski mencatat kedalaman salju terbaik dalam lebih dari satu dekade. Dan data dari Badan Meteorologi Jepang, bahkan menyebut salah satu kota di Prefektur Aomori, Jepang utara, mengalami ketebalan salju tertinggi dalam 40 tahun pada awal bulan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami terus-menerus melihat salju baru setiap hari," kata Soji Kato, manajer pemasaran SkiJapan.com, agen perjalanan yang menawarkan paket wisata ke resor populer seperti Niseko dan Hakuba, dikutip dari The Straits Times, Rabu (11/2/2026).
Meski menjadi kabar baik bagi industri pariwisata musim dingin, hujan salju ekstrem juga menimbulkan risiko keselamatan di sejumlah wilayah Jepang barat dan utara. NHK melaporkan lebih dari dua lusin orang tewas dalam dua pekan terakhir akibat cuaca buruk dan kecelakaan terkait salju.
Badai salju juga mengganggu perjalanan udara dengan menyebabkan penundaan dan pembatalan penerbangan. Di kawasan Niseko, Pulau Hokkaido, total curah salju sepanjang Januari tercatat mendekati rekor tertinggi, berdasarkan pembaruan terbaru SnowJapan.com.
Pendiri situs tersebut, Andrew Lea, menyebut jumlah pengunjung meningkat signifikan selama periode tersebut. Meningkatnya curah salju di Jepang menjadi alternatif bagi para pencinta ski dari negara lain yang tengah mengalami kekurangan salju.
Agen perjalanan berbasis di Australia yang menawarkan paket wisata ski ke Jepang, The Snow Concierge, mengatakan di situasi saat ini terdapat peningkatan pemesanan dari wisatawan.
"Terdapat peningkatan jumlah pemesanan menit terakhir yang luar biasa tinggi musim ini, dengan orang-orang beralih dari resor di Amerika Serikat dan Kanada karena kurangnya salju," ujar Marnie McLaren dari The Snow Concierge.
Lanutnya, permintaan perjalanan ke Jepang musim ini meningkat dua kali lipat dibandingkan 2025, terutama didorong oleh minat wisatawan dari Amerika Utara. Sementara itu, minat untuk musim dingin mendatang sudah naik 27% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Lonjakan wisatawan juga berimbas baik di sektor akomodasi. Manager pemasaran agen perjalanan Japan Ski Experience yang berbasis di Niseko, mengatakan tingkat hunian penginapan hampir penuh. "Sekarang ada lebih banyak orang Amerika di sini daripada tahun-tahun sebelumnya," ungkapnya.
Dan menariknya, perubahan iklim disebut turut berperan dalam tingginya volume salju. Analisis awal dari Weather Attribution Center yang berbasis di Jepang menyebut hujan salju lebat di sepanjang pantai Laut Jepang pada Januari sebagian dipicu oleh pemanasan global.
Para peneliti menjelaskan bahwa suhu yang lebih hangat meningkatkan jumlah uap air di atmosfer. Ketika bertemu dengan front udara dingin yang kuat, kondisi tersebut menciptakan hujan salju yang lebih intens.
Salju diperkirakan masih akan terus turun. Prakiraan cuaca menunjukkan potensi curah salju signifikan seiring pergerakan massa udara dingin menuju wilayah Jepang dalam waktu dekat.
(upd/ddn)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5