Bagi traveler yang berkunjung ke Kota Manado, Sulawesi Utara, kacang tore Kawangkoan menjadi salah satu oleh-oleh khas yang selalu dicari. Kacang tore berukuran besar, renyah, manis dan gurih. Kacang tore diproses secara tradisional menggunakan pasir gunung, yang disangrai atau songara sekitar 45 menit.
Kacang tore Kawangkoan sangat unik, kulit arinya berwarna merah, putih bahkan ada yang bercorak batik. Terdapat empat hingga tujuh butir kacang dalam satu kulit.
Kawangkoan terletak di Kabupaten Minahasa, sudah lama dikenal sebagai kota kacang. Untuk menuju Kawangkoan dibutuhkan waktu perjalanan sekitar satu setengah jam dari Kota Manado.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tugu kacang tanah dibangun di Kawangkoan sebagai identitas kota. Sepanjang jalan di Kawangkoan, terdapat banyak kebun kacang tanah dan penjual kacang, baik yang masih mentah maupun yang sudah disangrai.
Kacang tore Kawangkoan menjadi salah satu oleh-oleh khas yang selalu dicari. Foto: Hari Suroto |
Traveler yang berkunjung ke Kawangkoan dapat menyaksikan proses pembuatan kacang sangrai secara langsung dan membeli kacang sangrai dari sumbernya.
Kawangkoan terletak pada ketinggian 400 - 800 mdpl dengan keadaan topografi datar sampai dengan miring, berhawa sejuk. Kawangkoan dalam bahasa Tontemboan disebut Puser In Tana Minahasa yang berarti: "di Tengah Tanah Minahasa ".
----
Hari Suroto
Bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVII Sulawesi Utara
(ddn/ddn)













































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5