Maskapai Air Canada berencana untuk menangguhkan layanan penerbangan ke Kuba. Apakah ini ada hubungannya dengan AS dan Venezuela?
Air Canada menyatakan akan menangguhkan layanan penerbangan ke Kuba karena kekurangan bahan bakar penerbangan yang sedang berlangsung di pulau tersebut, seperti dikutip dari Aljazeera Rabu, (11/2/2026).
"Air Canada mengambil keputusan ini setelah adanya peringatan dari pemerintah tentang ketidakpastian pasokan bahan bakar penerbangan di bandara-bandara Kuba," kata maskapai tersebut dalam siaran pers pada hari Senin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, Air Canada mengoperasikan rata-rata 16 penerbangan mingguan ke empat tujuan di Kuba.
"Diperkirakan bahwa, mulai 10 Februari, bahan bakar penerbangan tidak akan tersedia secara komersial di bandara-bandara di pulau tersebut. Untuk penerbangan yang tersisa, Air Canada akan mengirimkan bahan bakar tambahan dan melakukan pemberhentian teknis, jika perlu, untuk mengisi bahan bakar dalam perjalanan pulang," tambah maskapai.
Maskapai tersebut mengatakan prioritas utama mereka saat ini adalah memulangkan pelanggan yang sudah berada di Kuba ke Kanada.
"Selama beberapa hari ke depan, maskapai akan mengoperasikan penerbangan kosong ke selatan untuk menjemput sekitar 3.000 pelanggan yang sudah berada di tujuan dan memulangkan mereka," kata Air Canada.
Penerbangan musiman ke Holguin dan Santa Clara telah dibatalkan, sementara penerbangan ke Varadero dan Cayo Coco dijadwalkan beroperasi sepanjang tahun, dengan tanggal mulai kembali sementara pada 1 Mei.
Dalam NOTAM (Pemberitahuan kepada Misi Udara) resmi, Bandara Internasional Jose Marti Havana menyatakan pada hari Minggu bahwa "bahan bakar Jet A1 tidak akan tersedia" mulai Selasa pukul 5 pagi (10:00 GMT), dengan peringatan berlaku hingga 11 Maret.
Langkah ini diperkirakan akan memengaruhi sembilan bandara internasional, termasuk Havana, Varadero, Santa Clara, Holguin, Santiago de Cuba, dan Cayo Coco. Ini artinya pesawat tidak dapat mengisi bahan bakar di bandara-bandara ini.
Pemerintah juga mengumumkan penutupan hotel-hotel tertentu dengan tingkat hunian rendah sebagai bagian dari langkah-langkah penghematan bahan bakar yang lebih luas.
Namun, sebagian besar penerbangan ke Havana tampak tepat waktu dan sesuai jadwal pada Senin pagi.
Maskapai penerbangan AS American Airlines, Southwest Airlines, dan Delta Air Lines mengatakan mereka terus terbang ke Kuba dan tidak mengalami dampak operasional apa pun.
Maskapai-maskapai tersebut mengatakan bahwa pesawat yang beroperasi untuk penerbangan ke Kuba membawa bahan bakar yang cukup untuk perjalanan selanjutnya.
Kuba Bergantung Pada Venezuela
Kuba secara historis bergantung pada Venezuela untuk memasok sebagian besar bahan bakar jetnya, tetapi negara kepulauan Karibia ini belum menerima minyak mentah atau produk olahan apa pun dari sekutu utamanya sejak pertengahan Desember, ketika AS berupaya memblokir ekspor negara Amerika Selatan tersebut.
Presiden AS Donald Trump kemudian bersumpah bahwa Kuba tidak akan lagi menerima minyak dari Venezuela dan mengancam akan mengenakan tarif pada negara mana pun yang mengirimkan bahan bakar ke Kuba. Secara efektif kebijakan ini akan memutus pasokan bahan bakar penerbangan ke pulau tersebut.
Meksiko, yang telah menjadi pemasok minyak terbesar Kuba setelah Venezuela, juga menghentikan pengirimannya di bawah tekanan AS pada pertengahan Januari.
Baca juga: Venezuela dan Air Terjun Malaikat |
(bnl/ddn)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5