Menengok Kesibukan Vihara Gayatri di Depok Jelang Imlek
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Menengok Kesibukan Vihara Gayatri di Depok Jelang Imlek

Hans Wilhem - detikTravel
Rabu, 11 Feb 2026 20:39 WIB
Vihara Gayatri di Depok
Vihara Gayatri di Depok (Hans Wilhem/detikcom)
Depok -

Dengan perayaan Tahun Baru Imlek yang semakin dekat, energi yang semarak mulai terasa di Vihara Gayatri, Cilangkap, Tapos, Kota Depok, Jawa Barat. Persiapan untuk upacara "Dewa Naik" sedang berlangsung.

Vihara yang juga terkenal dengan tujuh sumurnya itu dipenuhi dengan kisah-kisah toleransi dan memiliki esensi spiritual yang khas. Menurut penjaga Vihara Gayatri, Tusijan (53), yang merayakan hari Imlek ini telah memesan lilin secara jauh-jauh hari sebelumnya.

"Kalau Imlek ya biasa ya, kalau Imlek itu kalau di sini sudah tradisi ya tiap tahun sekali itu ngerayain pada masang lilin itu. Jadi lilin yang gede-gede ini udah pesanan semua ini. Itu udah pesanan semua itu, lilin-lilin itu," ujar Tusijan di lokasi, Rabu (4/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tusijan, yang menjaga vihara tersebut selama 30 tahun, mengatakan harga lilin yang ditawarkan pun bervariasi tergantung ukuran, mulai dari puluhan ribu untuk ukuran kecil hingga jutaan rupiah.

"Dari harga Rp 30 ribu sampai terbesar Rp 18 juta. Yang Rp 18 juta itu ukurannya 1.000 kati. Kalau yang 500 kati itu sekitar Rp 9 jutaan," kata dia.

ADVERTISEMENT
Vihara Gayatri di DepokVihara Gayatri di Depok (Hans Wilhem/detikcom)

Uniknya, jika lilin padam karena angin kencang, penjaga akan menyalakannya kembali tanpa memungut biaya tambahan, kecuali untuk lilin kecil yang memang habis sekali bakar.

Momen tersibuk di Vihara Gayatri biasanya terjadi sepekan sebelum Imlek, tepatnya saat ritual yang disebut "Dewa Naik". Menurut kepercayaan setempat, pada masa ini para dewa sedang tidak berada di tempat, sehingga menjadi waktu yang tepat untuk membersihkan altar dan rupang (patung dewa).

"Habis 'Dewa Naik', kita bersih-bersih semua. Kuningannya kita brasso-in biar mengkilap, patung-patung dimandikan semua untuk persiapan Imlek," kata Tusijan.

Tujuh Sumur di Vihara Gayatri

Salah satu daya tarik utama Vihara Gayatri bagi masyarakat umum adalah keberadaan Tujuh Sumur. Tempat ini terbuka untuk siapa saja yang ingin berdoa atau melakukan ritual mandi, tanpa memandang latar belakang agama.

"Vihara ini untuk umum, bukan khusus agama Buddha saja. Muslim juga banyak sekali yang pada mandi, mereka punya keyakinan sendiri," kata Tusijan.

Tujuh Sumur Vihara Gayatri di DepokTujuh Sumur Vihara Gayatri di Depok (Hans Wilhem/detikcom)

Hubungan dengan warga sekitar yang mayoritas muslim pun terjalin sangat harmonis selama puluhan tahun.

"Keluarga vihara dan masyarakat sini sama. Kalau ada baksos atau acara, kita bagi sembako rata. Alhamdulillah selama 30 tahun lebih saya di sini aman, tidak ada kendala," kata dia.

Meski terbuka untuk umum, ada aturan tak tertulis yang harus dipatuhi pengunjung Tujuh Sumur. Pantangan utamanya adalah bagi perempuan yang sedang datang bulan (haid), dilarang keras untuk mandi di sumur tersebut.

"Kalau lagi datang bulan nggak boleh. Pernah kejadian ada yang nekat mandi, itu 'diikuti' sampai ke rumahnya," kata Tusijan menceritakan pengalaman mistis pengunjung.

Banyak pengunjung yang datang dari jauh, seperti Semarang, mengaku mendapatkan "petunjuk" atau wangsit untuk datang ke tempat ini. Bahkan, ada yang bisa mendeskripsikan letak patung Dewa Naga yang menghadap ke Timur dengan tepat meski belum pernah berkunjung sebelumnya.

Vihara Gayatri di DepokVihara Gayatri di Depok (Hans Wilhem/detikcom)

"Orang dari Semarang dikasih petunjuk katanya kan gitu kan, bahwa di sini itu dalam pikiran dia ya ada Dewa Naga di belakang ukiran pakai kayu menghadap ke Timur. Nanya ke saya begitu, ya tepat benar kan di Dewa Naga itu benar tepat kan menghadapnya ke Timur, patungnya persis di dalam petunjuk dia itu gitu lho," kata dia.

Bagi traveler yang ingin berkunjung untuk wisata religi atau sekadar melihat persiapan Imlek, Vihara Gayatri menawarkan suasana yang kental akan budaya dan toleransi yang menyejukkan.




(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads