Dua rute baru resmi mengudara menuju Sulawesi Tengah, yakni Guangzhou-Palu dan Jakarta-Luwuk. Konektivitas ini diyakini akan memperluas pasar wisata, khususnya dari China, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata lokal.
Keyakinan itu diungkapkan saat peluncuran rute charter direct flight Guangzhou-Palu pada April 2026 menggunakan maskapai China Southern Airlines. Selain itu, Citilink juga membuka charter direct flight mulai Juni 2026 dengan rute Jakarta-Luwuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Guangzhou-Palu ini salah satu langkah yang strategis untuk memperluas konektivitas internasional Indonesia, khususnya Tiongkok yang selama ini menjadi salah satu pasar wisatawan mancanegara potensial bagi pariwisata Indonesia," kata Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Ni Luh menyebut China berada di lima besar wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. "Wisatawan China datang ke Indonesia itu peringkat keempat, dengan pertumbuhan 12,1 persen dan kunjungannya itu 1,34 juta kunjungan," kata Ni Luh
Dia juga mengingatkan untuk memperhatikan kualitas pariwisatanya. Di saat konektivitas mulai terbangun, langkah selanjutnya adalah bagaimana membuat kualitas pariwisata Indonesia naik kelas.
Hal itu untuk membuat kesan baik sehingga wisatawan tergugah untuk kembali berkunjung ke Indonesia.
"Ada banyak yang perlu kita perkuat, kalau konektivitasnya sudah terbuka , apa yang harus kita dorong supaya konektivitas ini tidak mati yaitu meningkatkan kualitas layanan kepada wisatawan di destinasi tujuan," kata dia.
"Ini PR selanjutnya yang harus kita perkuat sama-sama, bagaimana agar SDM kita di destinasi wisata ini teredukasi dengan benar sehingga wisatawan merasa aman, nyaman saat berwisata. Berikutnya tentu kualitas dari produk-produk yang ada di destinasi wisata yaitu atraksi yang kemudian kita juga kepada wisatawan," Ni Luh menambahkan.
Seperti yang diketahui, Indonesia memilik segudang daya tarik pariwisatanya: alam, budaya, hingga event. Maka dari itu, Ni Luh menekankan untuk senantiasa menjaga dan meningkatkan kualitas di sektor pariwisatanya.
"Kenapa saya tekankan bahwa mempertahankan setelah datang konektivitas, bagaimana harusnya kita membuat orang bertahan dan datang berulang kali? Karena kita memikirkan sustainability dari pariwisata kita," kata Ni Luh.
(upd/fem)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5