Lonjakan kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi unggulan di Vietnam ternyata membawa konsekuensi serius bagi lingkungan. Sejumlah kota wisata di Vietnam harus menanggung peningkatan volume sampah.
Studi terbaru Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) mengungkap turis yang berlibur ke Da Nang dan Ninh Binh menghasilkan sampah plastik hingga dua kali lipat lebih banyak dibandingkan warga lokal.
Mengutip VN Express, Kamis (12/2/2026) dari laporan yang dirilis pada Jumat (6/2) itu menyoroti persoalan limbah plastik di sektor pariwisata. UNDP memperingatkan pertumbuhan industri wisata yang melesat tanpa pengelolaan limbah yang memadai dapat menjadi ancaman lingkungan sekaligus risiko ekonomi bagi destinasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil penelitian tersebut menunjukkan intensitas produksi sampah wisatawan jauh lebih tinggi daripada penduduk setempat. Di Da Nang, seorang turis yang menginap rata-rata menghasilkan lebih dari dua kilogram sampah per hari. Sementara di Ninh Binh, angkanya mencapai sekitar 0,5 kilogram per hari.
Khusus sampah plastik, wisatawan di kedua daerah tersebut memproduksi sekitar 0,12 hingga 0,27 kilogram per hari, sekitar 1,7 hingga dua kali lebih banyak dibandingkan limbah plastik warga lokal.
Temuan itu menjadi sorotan di tengah melonjaknya jumlah kunjungan. Pada 2025, Vietnam mencatat lebih dari 22 juta wisatawan mancanegara dan 135 juta wisatawan domestik. Ninh Binh menerima 19,42 juta pengunjung, naik 26,7%, termasuk lebih dari 2,2 juta turis asing. Sementara Da Nang dikunjungi 20,3 juta wisatawan, meningkat 25% dibandingkan periode sebelumnya.
UNDP mencatat adanya korelasi kuat antara peningkatan jumlah wisatawan dan volume sampah, terutama sampah plastik. Tak hanya berdampak pada lingkungan, kelalaian dalam pengelolaan limbah juga memicu kerugian ekonomi.
Di Ninh Binh, kerugian akibat polusi plastik diperkirakan mencapai 606,7 miliar dong Vietnam (Rp 392 miliar) per tahun. Nilai tersebut setara dengan 3% dari total pendapatan pariwisata daerah itu, terutama dipicu oleh kerusakan reputasi yang berujung pada menurunnya potensi kunjungan ulang.
Sementara itu, Da Nang diperkirakan menanggung kerugian hingga 1,747 triliun dong per tahun atau sekitar 6,5 persen dari pendapatan sektor wisatanya.
Wakil Direktur Administrasi Pariwisata Nasional Vietnam, Ha Van Sieu, menegaskan bahwa pengurangan limbah plastik kini bukan lagi sekadar pilihan. Menurutnya, langkah tersebut telah menjadi syarat utama dalam membangun pariwisata berkelanjutan, ramah lingkungan, dan bertanggung jawab.
Ia menyatakan pihaknya berkomitmen mengintegrasikan hasil riset dan rekomendasi kebijakan ke dalam regulasi yang lebih kuat, termasuk dalam pengembangan produk wisata serta peningkatan koordinasi lintas lembaga.
"Ini adalah strategi yang memberikan manfaat ganda, melindungi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas layanan dan menjaga nilai merek pariwisata Vietnam," ujarnya.
(upd/fem)












































Komentar Terbanyak
Waspada! Ini Daftar Pangkalan Militer AS di Seluruh Dunia yang Harus Kamu Tahu
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5
Gara-gara Monyet, Komodo di Singapore Zoo Telan Boneka yang Dilempar