Gelombang pembeli membanjiri Pasar Bunga Rawa Belong menjelang Valentine, sementara harga mawar merah melambung tiga kali lipat. Penjual tersenyum lebar, tapi dompet para pasangan sedikit menipis.
Pasar Bunga Rawa Belong di Jalan Sulaiman No.56, Kebon Jeruk, kota Jakarta Barat jadi destinasi dadakan buat mereka yang bakal merayakan Valentine dengan membagikan bunga. Pengunjung begitu ramai pada Rabu (11/2/2026) siang.
Buat para pedagang, situasi itu bikin happy. Apalagi, para pengunjung nggak sekadar melihat-lihat dan mengecek harga. Mereka memilih, menanyakan arti, menawar harga, dan merogoh kantong untuk membayarnya. Transaksi selesai, kembang dan uang berpindah tangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, harga bunga sedang menggila. Terutama mawar.
Kenaikan harga itu bukan hanya taktik yang digunakan oleh penjual. Kondisi itu benar-benar mencerminkan biaya modal yang meningkat yang dihadapi oleh tukang kebun.
Pasar Bunga Rawa Belong, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat (Muhammad Firman Maulana/detikcom) |
Aldi, seorang penjual di Lapak Pak Alex, mengungkapkan bahwa kenaikan harga bunga baru-baru ini sangat signifikan. Peningkatan permintaan menjelang Hari Valentine dan Tahun Baru Imlek telah menyebabkan kenaikan harga dari petani.
"Kalau pesanan sih lumayan ramai juga Bang, terus di harga juga lumayan naik. Jadi naik bukan dari sini saja, jadi di kebunnya juga sudah naik harga. Bukan sengaja di sini dinaikkan, di penjualan di kebunnya ke saya juga, ke yang di sini, naik semua rata-rata. Apalagi mawar, mawar sudah tinggi banget di sana," ujarnya kepada detikTravel di lokasi, kemarin.
Aldi mencontohkan harga satu ikat mawar harganya bisa sampai empat kali lipat kini. Dia tak memungkiri, dua perayaan dalam waktu yang berdekatan menjadi penyebabnya.
"Iya, yang tadinya Rp 50 ribu bisa jadi Rp 200 ribu. Lonjakannya itu bisa tiga kali lipat. Apalagi sekarang event-nya itu dua kali, Valentine sama Imlek, tiga kali sama Lebaran. Mungkin puasa mah nggak terlalu ramai, di Lebarannya," kata dia.
Kendati harga melambung, antusiasme pembeli bunga tidak surut. Kondisi itu diakui oleh Davinza Andara, pemilik 'Andara Florist' yang sudah berjualan di Rawa Belong sejak 2012. Menurutnya, penjualan tahun ini justru lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Berhubung daripada Valentine tahun-tahun kemarin, ini lebih baik tahun ini. Lagi ramai banget. Kita yang dulu PO-PO masuk ke order yang tadinya biasanya 250 buket, ini melonjak omzet jadinya," kata Davinza.
Davinza menjelaskan, untuk satu hand bouquet siap rangkai, ia mematok harga termurah mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu, tergantung jenis bunga dan banyaknya tangkai yang digunakan. Pilihan bunganya pun beragam, mulai dari mawar, calimero, hingga aster dengan berbagai varian warna.
Pasar Bunga Rawa Belong, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat (Muhammad Firman Maulana/detikcom) |
"Kalau paling under ya, 150 (ribu). Itu 150 paling murah buat buket gitu ya. Kalau yang gedenya aja itu ada yang 200, ada yang 250. Tergantung takarannya Mas, takaran tangkai bunganya. Dihitungnya per tangkai ya," kata dia.
Bagi para traveler yang ingin berburu bunga segar di Pasar Bunga Rawa Belong, menarik untuk mengetahui asal usul bunga yang dijual di sana. Davinza menjelaskan bahwa bunga-bunga di sini umumnya dari Lembang (Bandung) dan Malang (Jawa Timur).
Ada perbedaan unik antara bunga dari kedua wilayah tersebut. Bunga dari Bandung biasanya ditanam di rumah kaca, sehingga terlihat lebih bersih. Sementara itu, bunga dari Malang sering ditanam secara liar atau di luar ruangan.
"Kalau kita ini dari Malang, kalau bibitnya kita ambil dari Bandung. Cuma bedanya di penanaman aja Mas. Kalau Malang kita nanamnya liar, kalau Bandung greenhouse. Bedanya cuma di situ. Kalau Bandung dia menang bersih, kalau Malang kan emang agak putih-putih hijau karena dia liar. Memang sengaja tampil liar," ujar Davinza.
Aldi juga mencatat bahwa sumber utama aster berasal dari Sukabumi, dengan pasokan tambahan dari Cipanas dan Bandung.
Jika traveler berencana memberikan bunga segar kepada seseorang yang spesial, Davinza menyarankan untuk memilih mawar atau anggrek karena keindahan mereka yang tahan lama.
"Kalau yang paling awet ya bunga palsu kayak gini, artificial. Kalau bunga fresh yang paling awet itu mawar, bisa sampai 5-6 hari. Anggrek juga biasanya awet. Kalau bunga-bunga yang lainnya gampang layu, lewat dari 5-6 hari, paling cuma 3 sampai 4 hari sudah lemas dia," dia menyarankan.
Pasar Bunga Rawa Belong beroperasi selama 24 jam. Namun, menurut Aldi, waktu paling ramai dikunjungi pembeli biasanya terjadi pada siang hari. Jadi, jika traveler ingin menghindari keramaian, disarankan datang lebih pagi atau malam hari.
Simak Video "Video Curhat Pedagang Bunga di Pasar Rawa Belong: Atap Bolong-Jalan Rusak"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)














































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5