- Mitos Saat Imlek 1. Tak Boleh Potong Rambut dan Keramas 2. Dilarang Menyapu dan Mencuci Baju 3. Dilarang Bekerja 4. Dilarang Minum Obat 5. Jangan Menghabiskan Satu Ekor Ikan 6. Dilarang Makan Bubur 7. Tidak Boleh Membeli Buku 8. Dilarang Menjahit 9. Dilarang Bicara Kotor dan Memaki 10. Dilarang Memberi Jumlah Ganjil pada Angpao 11. Dilarang Menggunakan Pakaian Hitam atau Putih 12. Hadiah Terlarang: Jam, Gunting, Buah Pir
Perayaan Imlek identik dengan tradisi dan kepercayaan turun-temurun. Simak 12 pantangan saat Imlek yang diyakini bisa bikin sial jika dilanggar.
Perayaan Tahun Baru Imlek identik dengan tradisi dan mitos yang masih dipegang teguh oleh masyarakat Tionghoa. Tidak hanya sebagai hari besar yang dirayakan, Imlek juga menyimpan mitos-mitos tak terduga yang wajib diikuti.
Konon, berbagai pantangan ini dipercaya dapat mempengaruhi keberuntungan, kesehatan, hingga rezeki sepanjang tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mitos Saat Imlek
Merangkum informasi dari beberapa sumber, berikut mitos-mitos saat Imlek yang wajib dihindari oleh masyarakat Tionghoa.
1. Tak Boleh Potong Rambut dan Keramas
Saat Imlek, masyarakat Tionghoa dilarang memotong rambut. Konon, memotong rambut di hari Imlek dipercaya dapat memotong rezeki yang akan datang sepanjang tahun. Bahkan, dalam kepercayaan tertentu, tindakan ini juga diyakini bisa membawa kesialan bagi paman dari pihak ibu.
Tak hanya itu, mencuci rambut saat Imlek juga dianggap kurang baik karena dipercaya dapat menghilangkan keberuntungan. Itulah kenapa banyak orang Tionghoa memotong dan mencuci rambut menjelang akhir tahun, sebagai simbol membersihkan diri sebelum menyambut tahun baru tanpa menghilangkan rezeki yang diharapkan datang.
2. Dilarang Menyapu dan Mencuci Baju
Orang Tionghoa melarang menyapu dan membersihkan rumah pada hari pertama Imlek. Kenapa? Kegiatan ini dipercaya sebagai bentuk membuang kekayaan dengan menyapu dan membersihkannya.
Selain itu, masyarakat juga menghindari mencuci pakaian pada hari pertama dan kedua Imlek. Dua hari ini diyakini sebagai hari kelahiran Dewa Air dan mencuci baju dianggap sebagai bentuk tidak menghormatinya.
3. Dilarang Bekerja
Saat perayaan Imlek, tidak jarang banyak toko memilih tutup sementara, terutama yang dimiliki warga keturunan Tionghoa. Dalam kepercayaan yang berkembang, bekerja di hari Imlek diyakini bisa membuat seseorang merasakan kelelahan sepanjang tahun.
4. Dilarang Minum Obat
Pantangan lain yang dipercaya saat Imlek adalah tidak minum obat pada hari pertama perayaan. Kepercayaan ini bermula dari anggapan bahwa apa yang dilakukan di awal tahun akan mempengaruhi bulan-bulan berikutnya.
Jika masyarakat memilih meminum obat maka dipercaya sepanjang tahun mereka akan sering sakit.
5. Jangan Menghabiskan Satu Ekor Ikan
Dalam tradisi Imlek, terdapat ungkapan "iΓ‘n niΓ‘n yΗu yΓΊ" yang berarti memiliki rezeki berlebih setiap tahun. Filosofi ini diwujudkan melalui hidangan ikan. Karena itu, masyarakat Tionghoa tidak dianjurkan menghabiskan ikan yang disajikan. Menyisakan sebagian ikan dipercaya menjadi simbol kelimpahan dan keberuntungan yang akan terus berlanjut hingga tahun berikutnya.
6. Dilarang Makan Bubur
Bubur menjadi salah satu makanan yang dihindari saat perayaan Imlek. Kepercayaan ini berakar dari sejarah, bubur dahulu identik dengan makanan rakyat kecil di China.
Karena itu, menyantap bubur saat Imlek dipercaya melambangkan kemiskinan, nasib kurang baik, serta berkurangnya kemakmuran di tahun yang baru.
7. Tidak Boleh Membeli Buku
Membeli buku saat Imlek hingga perayaan Cap Go Meh atau 15 hari setelahnya juga sangat dipantang. Menurut kepercayaan yang berkembang, aktivitas ini diyakini dapat membawa nasib kurang baik bagi pembelinya.
Hal tersebut berkaitan dengan pelafalan kata "buku" dalam bahasa Mandarin yang terdengar mirip dengan kata kehilangan. Karena itulah, membeli buku saat Imlek dipercaya bisa melambangkan hilangnya rezeki sepanjang tahun.
8. Dilarang Menjahit
Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, jarum diyakini sebagai simbol yang dapat mengusir kemakmuran. Karena alasan tersebut, berbagai aktivitas yang berkaitan dengan jarum, seperti menjahit, dianggap tabu untuk dilakukan saat perayaan Imlek.
9. Dilarang Bicara Kotor dan Memaki
Tahun Baru Imlek dimaknai sebagai momen penuh suka cita dan harapan agar kebahagiaan terus mengalir sepanjang tahun. Karena itu, masyarakat dianjurkan menghindari berkata kasar, memaki, atau mengucapkan hal-hal negatif pada hari tersebut.
10. Dilarang Memberi Jumlah Ganjil pada Angpao
Dalam perayaan Tahun Baru Imlek, angpao dikenal sebagai simbol keberuntungan dan doa baik. Namun, terdapat ketentuan jumlah uang di dalam angpao yang wajib diketahui. Jumlah uang dalam angpao tidak boleh bernilai ganjil.
Masyarakat Tionghoa lebih menyukai angka genap karena dipercaya melambangkan kebaikan yang datang berlipat ganda. Meski begitu, angka tertentu tetap dihindari, seperti 4 dan 40, sebab pelafalannya dalam bahasa Mandarin terdengar mirip dengan kata kematian.
11. Dilarang Menggunakan Pakaian Hitam atau Putih
Pantangan lain yang kerap diperhatikan saat perayaan Imlek adalah menghindari pakaian berwarna hitam atau putih. Dalam budaya Tionghoa, kedua warna tersebut identik dengan suasana duka dan berkabung, sehingga dianggap tidak selaras dengan semangat perayaan tahun baru. Masyarakat Tionghoa biasanya menggunakan warna-warna cerah terutama merah, yang melambangkan keberuntungan dan suka cita.
12. Hadiah Terlarang: Jam, Gunting, Buah Pir
Dalam budaya Tionghoa, terdapat beberapa hadiah dianggap membawa arti kurang baik sehingga sebaiknya dihindari seperti jam, gunting, hingga buah pir. Kenapa?
Pelafalan jam dalam bahasa mandarin terdengar mirip dengan ungkapan yang berkaitan dengan mengantar orang menuju kematian. Makna ini dianggap sebagai doa buruk dan pertanda akhir, sehingga sangat dihindari saat perayaan tahun baru.
Kemudian, gunting dianggap melambangkan memutus hubungan. Sementara itu, buah pir memiliki pelafalan mirip kata "berpisah" dalam bahasa mandarin yang memiliki makna yang buruk.
(fem/fem)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5