Minat Warga Eropa ke AS Turun, Kini Pilih ke UEA dan Asia
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Minat Warga Eropa ke AS Turun, Kini Pilih ke UEA dan Asia

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Jumat, 13 Feb 2026 06:55 WIB
Penutupan sebagian pemerintahan Amerika Serikat (AS) memasuki hari keempat pada Sabtu (4/10/2025), sementara negosiasi antara Kongres dan Gedung Putih belum mencapai titik temu. Situasi ini membuat ribuan pegawai federal masih dirumahkan dan sejumlah
Ilustrasi Amerika Serikat. (Anna Rose Layden/Reuters)
Jakarta -

Operator perjalanan terbesar di Eropa, Tui, melaporkan penurunan minat warga Eropa untuk bepergian ke Amerika Serikat (AS). Kini, mereka lebih menyukai traveling ke Timur Tengah dan Asia.

Penurunan tersebut dipicu oleh melemahnya minat terhadap perjalanan jarak jauh serta kekhawatiran yang masih berlanjut terkait kebijakan imigrasi Presiden AS Donald Trump. Sebagian besar pelanggan Tui berasal dari Eropa.

Dilansir dari The Guardian, Jumat (13/2/2026) Kepala Eksekutif Tui, Sebastian Ebel, mengungkapkan bahwa pihaknya melihat adanya penurunan signifikan pada permintaan perjalanan ke Negeri Paman Sam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang kami lihat adalah pertumbuhan bisnis ke Uni Emirat Arab dan Asia. Kami juga melihat permintaan Eropa ke Karibia, yang sebelumnya bukanlah prioritas utama, tetapi sekarang kami melihat potensi pertumbuhan kembali di sana," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Penurunan minat ini terjadi di tengah tanda-tanda melemahnya permintaan perjalanan jarak jauh lintas Atlantik. Laporan Komisi Perjalanan Eropa yang mensurvei pelancong dari Australia, Brasil, Kanada, China, Jepang, Korea Selatan, dan AS menunjukkan bahwa hanya 42% wisatawan jarak jauh yang mempertimbangkan perjalanan ke Eropa tahun ini, turun dari 45% pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, di AS, sebanyak 34% responden berencana bepergian ke Eropa, turun dari 37% tahun lalu. Di sisi lain, sejumlah negara di Eropa telah mengeluarkan peringatan perjalanan ke AS.

Peringatan tersebut terkait pengetatan pengawasan perbatasan, penahanan beberapa pengunjung, serta gelombang protes terhadap Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE). Sejak Trump kembali menjabat, sejumlah laporan muncul mengenai turis yang ditahan dan diinterogasi di perbatasan AS.

Bahkan, ada pekerja dengan izin resmi yang dikirim ke pusat penahanan ICE, serta kasus deportasi yang dinilai keliru.

Data dari Kantor Pariwisata dan Perjalanan Nasional AS mencatat kunjungan wisatawan dari Eropa Barat ke AS turun 4% pada Desember dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ebel juga menyebut bahwa Tui telah melihat penurunan yang signifikan perjalanan ke AS tahun lalu. Dia menilai berbagai faktor mempengaruhi kondisi tersebut.




(upd/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads