Industri pariwisata kerap menghadirkan proyek-proyek ambisius yang digadang-gadang mampu mendongkrak perekonomian. Ada yang berhasil, ada juga yang gagal total.
Dengan konsep unik, pembangunan megah, hingga promosi besar-besaran, sejumlah destinasi wisata bahkan sempat mencuri perhatian publik sejak awal diresmikan.
Namun, tidak semua proyek wisata berjalan sesuai rencana. Alih-alih menjadi primadona baru, beberapa di antaranya justru gagal memenuhi ekspektasi yang tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor seperti minimnya pengunjung, pengelolaan yang kurang optimal, hingga persoalan pendanaan membuat sejumlah proyek ambisius itu berujung sepi bahkan jadi 'wisata hantu.'
Melansir informasi Love Exploring, Jumat (13/2/2026), berikut lima proyek wisata ambisius yang sempat menjadi sorotan, tetapi akhirnya gagal total:
1. Alps Ski Resort, Korea Selatan
Sebuah resor di Heul-ri, Korea Selatan ini pernah viral selama beberapa dekade sejak dibuka pada tahun 1980-an. Pada masa kejayaannya, resor ini pernah menjadi destinasi olahraga musim dingin pertama dan populer yang berhasil menarik ribuan pengunjung setiap tahunnya.
Namun, popularitasnya itu tidak bertahan lama, Alps Ski Resort resmi ditutup pada tahun 2006 karena kegagalan bertahan ditengah persaingan dengan resor-resor lain yang menawarkan pengalaman dan fasilitas yang lebih modern.
Kini, bangunan-bangunan bekas resor seperti kolam renang, bangunan hotel, restoran, toko-toko terbengkalai dipenuhi tumpukan perlengkapan ski dan sepatu bot salju.
2. Mal China Selatan, China
Mal di China Selatan ini pernah menjadi mal terbesar di dunia saat pertama kali dibuka pada tahun 2005 lalu. Memiliki luas lebih dari 465 ribu meter persegi dengan 2.350 toko, mal ini menjadi raksasa China pada masanya.
Namun kurangnya kepekaan terhadap fasilitas lain seperti area parkir, membuat pusat perbelanjaan ini gagal menarik pengunjung. Pengelola sudah melakukan berbagai upaya lain untuk menarik wisatawan dengan menambah taman hiburan luar ruangan, namun belum bisa mencapai target pengunjung yang ditetapkan.
3. Wonderland Amusement Park, China
Tidak semua dongeng berakhir bahagia, termasuk dongeng dalam Wonderland Amusement Park, Beijing, China. Taman ini digadang-gadangkan menjadi taman hiburan bertema Disneyland terbesar di Asia dengan luas 120 hektare.
Namun, mimpi itu harus runtuh karena sengketa uang dan lahan. Alhasil menara-menara indah, kastil bertema Cinderella, dan bangunan warna-warni yang tersisa hanya berupa proyek gagal yang mengerikan. Taman ini akhirnya resmi dihancurkan pada tahun 2013.
4. Spreepark, Jerman
Tak jauh berbeda dengan Wonderland Amusement Park di China, Spreepark juga digadang-gadang menjadi taman hiburan yang besar di Berlin, Jerman. Taman ini dibuka pada tahun 1969 sebagai VEB Kulturpark Planterwald yang merupakan satu-satunya taman hiburan di Jerman Timur yang berhasil menarik 1,7 pengunjung setiap tahunnya.
Awal kehancuran Spreepark dimulai saat pengelolanya menyelundupkan kokain dalam peralatan wahana yang dikirim ke Peru. Skandal inilah yang membuat jumlah pengunjung turun drastis hingga membuatnya ditutup pada tahun 2002.
5. Marble Arch Mound, London
Marble Arch Mound adalah proyek ambisius yang bertujuan untuk membangun perbukitan hijau dengan pemandangan Oxford Street dan Hyde Park yang menghabiskan biaya hingga $8,1 juta atau sekitar Rp 136 miliar.
Namun, proyek ini gagal menarik perhatian pengunjung dan berakhir menjadi gundukan tanah tak berguna. Akhirnya pembongkaran Marble Arch Mound resmi dilakukan pada Februari 2022.
(wsw/wsw)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5