Tingkah turis ini jangan ditiru. Dapat peringatan untuk tidak masuk ke area terlarang, eh mereka malah menganiaya petugas keamanan.
Insiden itu terjadi pada tanggal 2 Februari sekitar pukul 15.30 waktu setempat dengan lokasi di di dekat Hyangwonjeong, sebuah paviliun di dalam taman Istana Gyeongbok.
Dua turis memisahkan diri dari kelompoknya, mereka mencoba melewati garis kontrol yang dipasang untuk melindungi aset warisan budaya. Seorang petugas keamanan berupaya untuk menghentikan mereka, seperti dikutip dari Korea Joongang Daily pada Jumat (13/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, turis-turis yang tidak disebutkan asalnya itu malah menyerang petugas itu.
Petugas menanggapi laporan dari staf di lokasi dan membawa keduanya ke kantor polisi terdekat untuk diinterogasi secara sukarela.
Petugas keamanan tersebut bekerja untuk Layanan Warisan Korea yang dikelola negara, yang mengelola situs tersebut, tetapi tidak memiliki status pegawai negeri sipil, sehingga pihak berwenang tidak mengajukan tuntutan penghalangan tugas resmi.
Para turis meninggalkan Negeri Ginseng keesokan harinya setelah diinterogasi.
"Investigasi hampir selesai dan kami berencana untuk meneruskan kasus ini ke jaksa penuntut," kata seorang pejabat kepolisian.
Kantor Polisi Jongno mengatakan sedang menyelidiki kedua orang tersebut atas dugaan penyerangan dan berencana untuk meneruskan kasus ini ke jaksa penuntut.
Polisi mengatakan jaksa penuntut kemungkinan akan mengajukan dakwaan singkat. Jika pengadilan menjatuhkan denda dan para pria tersebut gagal membayar, pihak berwenang akan mengambil tindakan penagihan.
Istana Gyeongbok memiliki arti "istana yang sangat diberkati surga," merupakan istana kerajaan terbesar dan tertua dari Dinasti Joseon yang dibangun pada tahun 1395 di jantung kota Seoul. Sebagai simbol kebanggaan Korea, kompleks seluas 40 hektar ini menawarkan pemandangan arsitektur tradisional yang megah dengan latar belakang Gunung Bugaksan yang indah.
Pengunjung dapat menjelajahi berbagai bangunan ikonik seperti Aula Geunjeongjeon (ruang tahta) dan Paviliun Gyeonghoeru yang berdiri di atas kolam teratai, serta menyaksikan upacara pergantian penjaga istana yang dilakukan secara berkala.
Aktivitas yang paling populer bagi wisatawan adalah mengenakan pakaian tradisional Hanbok. Selain memberikan pengalaman budaya yang mendalam dan spot foto yang menarik, pengunjung yang mengenakan hanbok dapat memasuki area istana secara gratis
(bnl/wsw)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5