Penerbang Minta Jaminan Keamanan Usai Rentetan Insiden di Papua
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Penerbang Minta Jaminan Keamanan Usai Rentetan Insiden di Papua

Dadan Kuswaraharja - detikTravel
Minggu, 15 Feb 2026 09:22 WIB
Pesawat Smart Air ditembaki saat mendarat di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Pilot dan kopilot tewas.
Foto: Pesawat Smart Air ditembaki saat mendarat di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. (dok. istimewa)
Tangerang Selatan -

Rentetan insiden yang menimpa dunia penerbangan di Papua kembali memicu kekhawatiran para pilot, khususnya yang bertugas di wilayah perintis. Penerbang senior, Daniel Putut Kuncoro Adi yang akrab disapa Capt Daniel, menegaskan pentingnya jaminan keamanan nyata dari seluruh pemangku kepentingan.

Dalam pandangan Capt Daniel, secara regulasi seharusnya bandara dan operasional penerbangan telah melalui proses Hazard Identification dan Risk Assessment (HIRA). Perusahaan penerbangan wajib memastikan tingkat risiko sebelum membuka rute ke daerah tertentu.

Namun insiden ini, kata dia, membuat para pilot mempertanyakan kembali jaminan keamanan di lapangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perlu ada statement dan jaminan dari para pemangku kepentingan, baik dari pusat, daerah, TNI, Polri, maupun otoritas perhubungan, agar proses transportasi dan supply chain di daerah-daerah ini benar-benar terjamin. Sehingga para penerbang tadi mempunyai feel, mempunyai situational awareness untuk terbang di daerah itu dengan merasa aman. Nah ini yang sekarang pasti dirasakan oleh teman-teman (pilot) di situ.," tegasnya.

ADVERTISEMENT

Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh stakeholder, termasuk pengelola bandara dan aparat keamanan. Mengingat bandara merupakan objek vital nasional sebagaimana diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004, maka pengamanannya tidak boleh dianggap remeh.

Capt Daniel juga menyoroti aspek infrastruktur bandara, terutama di wilayah perintis. Bandara idealnya dilengkapi pagar perimeter, menara pengawas, petugas aviation security, hingga fasilitas navigasi dan pemadam kebakaran sesuai standar regulasi internasional seperti Annex 14 dan CASR (Civil Aviation Safety Regulation) 139.

Ia menyinggung insiden yang terjadi di Bandara Korowai Batu sebagai alarm bagi semua pihak untuk mengevaluasi kelengkapan fasilitas dan sistem pengamanan.

"Nah ini menjadi satu atensi supaya kita serius untuk membangun infrastruktur sesuai dengan regulasi, itu dulu. Pertama, karena bandara harus dilengkapi dengan perimeter, kemudian dilengkapi dengan menara pengawas, dilengkapi dengan petugas yang melakukan pengawasan terhadap menara pengawas ini. Dan tentunya ada petugas keamanan bandara atau aviation security. Nah ini kita lihat harusnya, bagaimana, terjadi enggak di bandara Korowai Batu ini," katanya.

Data Kementerian Perhubungan mencatat terdapat sekitar 94 bandara di Papua yang dikategorikan aman. Namun, masih ada pula bandara swadaya yang jumlahnya bisa mencapai ratusan dan memerlukan perhatian lebih dalam hal standarisasi dan pengamanan.

Di Papua, penerbangan perintis bukan sekadar layanan transportasi biasa. Dengan kondisi geografis yang sulit, medan berat, serta minimnya akses darat dan sungai, pesawat menjadi satu-satunya penghubung utama antarwilayah.

"Kalau tidak ada penerbangan, daerah itu akan merasa terisolasi. Karena dari sisi medan dan geografi sangat tidak memungkinkan dilakukan perjalanan darat," ungkapnya.

Karena itu, menurut Capt Daniel, keselamatan dan keamanan penerbangan di wilayah perintis bukan hanya soal industri aviasi, tetapi juga menyangkut keberlangsungan kehidupan masyarakat di daerah terpencil.

Di Papua sudah ada beberapa kasus yang menimpa dunia penerbangan. Mulai dari penculikan pilot Susi Air, penembakan pesawat Wings Air bulan Februari 2024, penembakan terhadap pesawatTrigana Air diYahukimo, Papua pada 2023 lalu.

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming pun membatalkan jadwal kunjungan kerjanya di Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan secara mendadak pada Rabu (14/1/2026) karena alasan keamanan.




(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads