Jepang Catat Pembatalan Hotel Massal di Tahun Baru Imlek
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Jepang Catat Pembatalan Hotel Massal di Tahun Baru Imlek

Bonauli - detikTravel
Minggu, 15 Feb 2026 14:28 WIB
Hutan bambu di Jepang
Ilustrasi turis di Jepang. Foto: Getty Images
Tokyo -

Ketegangan antara Jepang dan Tiongkok semakin terasa di momen Tahun Baru Imlek. Hotel-hotel Jepang catat pembatalan massal oleh turis Tiongkok.

Sebuah hotel di pusat Osaka mencatat penurunan tamu Tiongkok sebanyak 8% di bulan Januari, hampir 30% dari akhir tahun 2025 sejak ketegangan bilateral terjadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harga kamar turun di seluruh hotel Osaka, menekan pendapatan," kata seorang perwakilan hotel, seperti dikutip dari Nikkei Asia, Minggu (15/2/2026).

Di sebuah penginapan dekat distrik komersial Dotonbori Osaka okupansi kamar hanya terisi 76% untuk periode liburan Tahun Baru Imlek sampai pada 23 Februari.

ADVERTISEMENT

Di seluruh Jepang, tingkat pembatalan untuk reservasi hotel yang dibuat dari Tiongkok untuk periode tersebut mencapai 53,6%, menurut data dari platform reservasi hotel Tripla.

Sejak komentar Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada bulan November tentang potensi krisis Taiwan, Tiongkok berulang kali mendesak warganya untuk menghindari perjalanan ke Jepang. Penerbangan antara Jepang dan Tiongkok telah menurun.

Penerbangan antara Jepang dan Tiongkok daratan selama periode Tahun Baru Imlek akan turun 31% dari tahun 2025, menurut perusahaan analisis penerbangan Inggris, Cirium. Jumlah kursi yang tersedia telah menyusut 26%.

Penurunan ini terutama terlihat pada penerbangan yang berangkat dan tiba di bandara di Jepang barat. Di Bandara Internasional Kansai Osaka, jumlah penerbangan penumpang yang terhubung ke Tiongkok pada bulan Januari turun sekitar 60% dibandingkan tahun sebelumnya.

Di Bandara Internasional Narita di wilayah Tokyo, penerbangan dari Tiongkok turun 18% untuk bulan Desember. Angka sementara untuk 1-24 Januari menunjukkan penurunan 27%.

Wisatawan Tiongkok menyumbang 21% dari pengunjung asing ke Jepang sepanjang tahun 2025. Kelompok ini menguasai 20% dari total pengeluaran perjalanan di Jepang, yang merupakan pangsa terbesar.

Pada bulan Desember hanya sekitar 330.000 wisatawan dari Tiongkok yang mengunjungi Jepang ,turun 45% dibandingkan tahun sebelumnya, menurut data awal dari Japan National Tourism Organization (JNTO). Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan total lebih dari 650.000 pengunjung, naik 14% dibandingkan tahun sebelumnya, dari enam negara utama Asia Tenggara: Thailand, Singapura, Malaysia, Indonesia, Filipina, dan Vietnam.

"Penurunan jumlah pengunjung Tiongkok ke Jepang kemungkinan akan berlanjut setidaknya hingga pertengahan 2026," kata Takayuki Miyajima, ekonom senior di Sony Financial Group.

Hal ini akan membantu mendiversifikasi wisatawan mancanegara, yaitu memicu perubahan struktural di pasar pariwisata mancanegara.




(bnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads