Puluhan Bandara Papua Diklaim Aman, Penerbang Senior Minta Jaminan Nyata
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Puluhan Bandara Papua Diklaim Aman, Penerbang Senior Minta Jaminan Nyata

Dadan Kuswaraharja - detikTravel
Minggu, 15 Feb 2026 20:05 WIB
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penembakan pesawat Smart Air PK-SNR di Bandara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan
Polisi melakukan olah TKP penembakan pesawat Smart Air PK-SNR di Bandara Koroway Batu. (dok. istimewa)
Jakarta -

Di wilayah Papua disebut ada lebih dari 90 bandara yang masuk kategori aman. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, totalnya mencapai 94 bandara yang dinyatakan memenuhi standar keamanan.

Namun di balik angka tersebut, muncul pertanyaan penting apakah seluruh infrastruktur pendukungnya sudah benar-benar lengkap dan optimal?

Papua memang memiliki karakteristik wilayah yang berbeda dari daerah lain di Indonesia. Kondisi geografis berupa pegunungan, lembah curam, hingga minimnya akses darat membuat transportasi udara menjadi urat nadi utama distribusi orang dan logistik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Papua ini menurut data kementerian perhubungan punya lebih dari 90 bandara yang dikatakan aman. Totalnya 94 bandara yang dianggap aman sebetulnya. Dan banyak juga bandara-bandara yang sifatnya swadaya masyarakat dan mungkin belum dicatat karena jumlahnya bisa sampai ratusan di situ. Nah paling tidak di 90 bandara yang tadi yang dianggap kategori aman itu kita juga lihat pemerintah fokus untuk memperlengkapi semua infrastruktur bandaranya. Baik itu dari sisi keamanan, keselamatan, termasuk fasilitas pemadam kebakaran, termasuk fasilitas pagar, fasilitas menara pengawas, sampai dengan fasilitas alat-alat navigasi," ujar penerbang senior Daniel Putut Kuncoro Adi yang akrab disapa Capt Daniel.

Bandara menurut Capt Daniel adalah obyek vital yang harus dilindungi sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 63 tahun 2004 mengenai pengamanan obyek vital nasional.

"Nah hanya saja bagaimana kolaboratif decision making tadi antara bandara, kemudian stakeholder yang lainnya terkait dengan keamanan, ini bisa diwujudkan dan kemudian menjamin, meyakinkan bahwa pilot-pilot tadi teman-teman kita, para pilot-pilot ini dapat terbang dengan aman," ujarnya.

"Nah ini menjadi satu atensi supaya kita serius untuk membangun infrastruktur sesuai dengan regulasi, itu dulu pertama, karena bandara harus dilengkapi dengan perimeter agar kemudian dilengkapi dengan menara pengawas, dilengkapi dengan petugas yang melakukan pengawasan terhadap menara pengawas ini dan tentunya ada petugas keamanan bandara dan aviation security," tutupnya.




(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads