Kampung Gajah, Wisata Terbengkalai Itu Jadi Lokasi Penemuan Mayat Siswa SMP
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kampung Gajah, Wisata Terbengkalai Itu Jadi Lokasi Penemuan Mayat Siswa SMP

Wahyu Setyo Widodo - detikTravel
Senin, 16 Feb 2026 07:07 WIB
Kampung Gajah
Kampung Gajah yang kini terbengkalai (Whisnu Pradana/detikJabar)
Bandung Barat -

Kampung Gajah, destinasi wisata yang terbengkalai itu menjadi lokasi penemuan mayat siswa SMPN 26 Bandung. Begini kisah soal penemuan tragis itu:

Penemuan mayat siswa SMP itu bermula dari sejumlah orang yang tengah melakukan penelusuran misteri di lahan eks Kampung Gajah pada Jumat (13/2) malam.

Dalam penelusuran itu, bukannya bertemu hantu, mereka malah menemukan ada sesosok mayat manusia betulan dalam posisi tengkurap di semak belukar Kampung Gajah. Saksi kemudian melaporkan temuan tersebut ke polisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Betul tadi malam kami terima laporan penemuan mayat di lahan eks Kampung Gajah. Jadi saksi yang menemukan sedang melakukan live medsos penelusuran misteri," kata Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, Sabtu (14/2).

Setelah ditelusuri, korban diketahui berinisial ZAAQ dan bersekolah di SMPN 26 Bandung. Kepastian itu didapatkan dari ciri-ciri yang melekat pada tubuh korban, salah satunya pakaian seragam SMP yang ditemukan di dalam tas milik korban.

ADVERTISEMENT

Dari Live TikTok, Berujung Penemuan Mayat

Kepala Sekolah SMPN 26 Bandung, Titin Supriatin mengatakan dia mendapatkan kabar ada muridnya yang tewas dari temannya yang menyaksikan langsung melalui siaran live TikTok.

"Tadi malam. Saya tuh udah mau tidur, ditelepon sama temen itu lihat di live TikTok. Tapi kan saya enggak pasang TikTok. Jadi pas dia capture ini lihat katanya pakai seragam, ini bukan, oh ya saya bilang," kata Titin ditemui di SMPN 26 Bandung, Jalan Cibogo, Kecamatan Sukajadi, Sabtu (14/2).

Titin lalu memastikan kondisi jenazah hingga akhirnya mendapatkan kabar lagi jika mendiang muridnya itu sudah ditangani polisi. Setelah itu, Titin lalu berkoordinasi kepada Bhabinkamtibmas Polsek Sukajadi.

"Saya telpon ke kepolisian kita, ya kan di sini ada Pak Andi ya, Bhabinkamtibmas. Nah saya telpon Pak Andi, Pak Andi ini tolong ditelusuri. Jadi saya minta penelusurannya ke Pak Andi. Terus kata Pak Andi, ya saya lagi ke rumahnya dulu katanya gitu. Mau tanya dulu bener enggaknya gitu, karena nanti kalau disusul ke sana ternyata bukan ya, jadi takutnya nanti salah informasi," ungkapnya.

Titin menyebut korban diketahui siswa SMPN 26 Bandung dari seragam dan topi yang disimpan di tasnya.

"Dan itu sangat kaget ketika ada pemberitaan itu, karena kan pas hari Senin itu pelajaran olahraga, dia pakai kaos, jadi dia pakai baju bapaknya yang biasanya dipakai olahraga sama bapaknya, baju seragamnya disimpan di tas, untungnya masih ada tasnya, nggak dibuang, jadi identitasnya jelas," jelas Titin.

Dibawa ke Kampung Gajah untuk Dieksekusi

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi akhirnya berhasil menangkap dua tersangka pembunuhan terhadap ZAAQ. YA (16), seorang pelajar SMK asal Garut yang dibantu oleh saudaranya, AP (17).

Mereka mengeksekusi ZAAQ pada Senin (9/2) sore. Eksekusi itu ternyata sudah direncanakan. Motifnya karena YA sakit hati korban memutuskan hubungan pertemanan yang sudah seperti kakak adik.

YA berangkat dari Garut ke Bandung untuk menemui ZAAQ. Mereka kemudian pembicaraan di area eks objek wisata Kampung Gajah sekitar pukul 15.30 WIB. Sementara AP sudah menunggu di sekitar lokasi.

Saat itu, obrolan keduanya berujung cekcok hingga YA emosi dan menghantamkan botol di lokasi ke kepala ZAAQ. Tersangka kemudian menusukkan pisau yang dibawa di jaket ke perut ZAAQ berkali-kali. Kemudian, ZAAQ ditinggal dalam kondisi hidup sampai akhirnya ditemukan sudah menjadi mayat pada Jumat (13/2).

Penemuan Mayat ZAAQ Menambah Luka Kampung Gajah

Penemuan mayat ZAAQ di Kampung Gajah semakin menambah luka dan mencoreng nama destinasi wisata yang pernah jaya di Kabupaten Bandung Barat itu.

Berdiri sejak tahun 2009, Kampung Gajah kala itu langsung menjadi daya tarik wisatawan yang datang ke Bandung. Bahkan, nama Kampung Gajah terkenal sampai ke mancanegara.

Namun pada bulan Mei tahun 2018 silam, Kampung Gajah dinyatakan resmi tidak beroperasi lagi. Destinasi wisata ini hanya bertahan selama 9 tahun, kemudian tutup dan tinggal kenangannya saja.

Menurut Asep Sundawa selaku penanggung jawab pengelola lahan wisata Kampung Gajah, ada sejumlah faktor yang menyebabkan Kampung Gajah tutup. Namun, disinyalir faktor utamanya karena munculnya objek wisata baru di sekitar Kampung Gajah.

"Bisa jadi dari sisi manajemen. Ada juga faktor munculnya wisata baru yang harga tiketnya lebih murah ketimbang Kampung Gajah. Jadi ketika pemasukan sudah tidak sebanding dengan pengeluaran, akhirnya kan manajemen tidak bisa lagi memenuhi biaya operasional. Nah itu yang akhirnya menyebabkan Kampung Gajah ini berhenti beroperasi," kata Asep kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Dahulu, Kampung Gajah punya banyak wahana yang memikat wisatawan. Namun punya wahana selengkap itu tak menjamin Kampung Gajah bertahan lama dan terus menjadi daya tarik wisata di Kota Kembang. Kampung Gajah akhirnya dinyatakan pailit dan mesti mengakhiri kiprahnya di dunia pariwisata.

Sekarang, Kampung Gajah lebih mirip kota mati. Mirisnya lagi, tempat wisata ini jadi dikenal sebagai tempat mistis yang dipenuhi makhluk halus. Tak jarang beberapa YouTuber hingga influencer melakukan 'uji nyali' di tempat ini.

Dahulu, setiap wisatawan yang datang ke Kampung Gajah selalu disambut dengan patung gajah, yang menjadi ciri khas tempat wisata ini. Sayang, patung-patung gajah tersebut sudah tidak ada lagi.

Tempat di mana patung-patung gajah itu berdiri kini beralih fungsi menjadi tempat menjual tanaman yang dijalankan oleh warga setempat. Sementara gerbang utama Kampung Gajah masih tetap berdiri.


---------

Artikel ini disusun dari pemberitaan Tim detikJabar, bisa dibaca selengkapnya di sini, di sini dan di sini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Geger! Penemuan Mayat Perempuan di Sungai Sampean Situbondo "
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads