Tedjowulan: Belum Ada PB XIV Definitif, Penentuan Raja Keraton Solo Ada di Tangan Saya
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Tedjowulan: Belum Ada PB XIV Definitif, Penentuan Raja Keraton Solo Ada di Tangan Saya

Tara Wahyu NV - detikTravel
Selasa, 17 Feb 2026 14:11 WIB
KGPH Panembahan Agung Tedjowulan ditemui di Stadion Sriwedari, Selasa (17/2/2026)
KGPH Panembahan Agung Tedjowulan ditemui di Stadion Sriwedari, Selasa (17/2/2026). (Tara Wahyu NV/detikcom)
Solo -

Pelaksana Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, menegaskan hingga kini belum ada Raja Keraton Solo atau Pakubuwono (PB) XIV yang definitif. Dia menyebut penentuan raja baru sepenuhnya bergantung pada dirinya, meski KGPH Purbaya telah mengganti nama di KTP menjadi Sri Susuhunan Pakubuwono XIV.

"Belum (ada Raja Keraton definitif). Tergantung saya nanti, mau saya apa," ujar Tedjowulan saat ditemui di Stadion Sriwedari, Selasa (17/2/2026), dilansir detikJateng.

Tedjowulan juga menjelaskan tentang upaya pertemuan keluarga besar untuk membahas suksesi. Dia mengatakan sudah berkomunikasi secara personal dengan berbagai pihak di internal keraton, tetapi belum ada titik terang atau kesepakatan bersama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah semua, semua sudah saya temui, baik itu Mangkubumi, Hangabehi, maupun Purbaya. Sudah saya temui semuanya, tetapi masih ngambang," kata dia.

Ya, saat ini terjadi dualisme kepemimpinan di Keraton Solo. Dua anak PB XIII menyatakan sebagai penerusnya, PB XIV Mangkubumi yang didukung Lembaga Dewan Adat dan Kementerian Kebudayaan. Di satu sisi terdapat PB XIV Purbaya yang bahlan sudah mengganti nama di KTP dengan Sri Susuhunan Pakubuwono XIV.

ADVERTISEMENT

Perubahan nama itu dilakukan Purbaya di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Solo. PB XIV Purbaya menyebut perubahan nama sesuai dengan putusan Pengadilan Negeri (PN) Solo nomor 178/Pdt.P/2025/PN Skt dari KGPH Purbaya menjadi Pakubuwono Empat Belas.

Kriteria jadi Raja atau Kanjeng Susuhunan

Tedjowulan memberikan catatan mengenai kriteria seorang Raja atau Kanjeng Susuhunan. Menurutnya, sosok pemimpin keraton harus mampu menjadi perpaduan antara ulama dan umara (pemimpin pemerintahan).

"Kamu sebagai Kanjeng Sinuhun itu apa? Kamu itu perpaduan antara ulama dan umara. Nah, kamu itu sebagai umara, pemimpin. Ulamanya ada hal lainnya. Panjang nanti kalau cerita ini," kata dia.




(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads