Di tengah perkembangan pesat di Depok, sebuah situs wisata religi dan sejarah tetap utuh di kawasan Harjamukti, Cimanggis. Situs ini dikenal sebagai Keramat Sumur Gondang.
Destinasi ini tidak hanya menawarkan suasana segar dengan pohon-pohon hijau dan air yang jernih, tetapi juga menyimpan cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi, termasuk fenomena air yang berubah warna dan sisa-sisa dari era kerajaan.
detikTravel berbincang dengan penjaga dan warga setempat untuk menjelajahi situs ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat memasuki area Sumur Gondang, detikTravel disambut oleh gerbang hijau yang dihiasi dengan tulisan "Keramat Sumur Gondang." Di dalam area tersebut terdapat sumber dengan air yang jernih dan mengundang. Namun, di balik kejernihan tersebut terdapat aturan tak tertulis yang harus dipatuhi dengan ketat.
Muhammad Dian (46), seorang pengurus di lokasi, mencatat bahwa area ini memiliki "larangan", yang jika dilanggar, sepertinya ditandai oleh tanda-tanda alam. Warga sering membahas perubahan warna air.
"Ada larangan-larangan, kalau dilanggar warnanya berubah. Contohnya, ada orang yang (maaf) sedang kotor atau haid, lalu dia mandi tanpa izin atau tanpa sepengetahuan kita, itu air bisa langsung berubah warnanya," kata Dian kepada detikTravel, Jumat (6/2/2026).
Sumur Gondang, Desa Harjamukti, Cimanggis, tepatnya di Kampung Pedurenan, Depok (Hans Wilhem/detikcom) |
Menurutnya, hal ini berkaitan dengan sopan santun dan etika saat bertamu. Meskipun pengelola mencoba toleran karena ketidaktahuan pengunjung, alam di sekitar Sumur Gondang diyakini memiliki cara sendiri untuk bereaksi.
"Kadang kita lupa ngasih tahu, atau tamunya asal nyebur karena lihat air seger. Tapi kalau tiba-tiba berubah, kita biasanya sudah bisa nebak, 'Wah ada yang lagi berhalangan nih', lalu kita minta naik dulu," kata dia.
Sumur Gondang, Desa Harjamukti, Cimanggis, tepatnya di Kampung Pedurenan, Depok (Hans Wilhem/detikcom) |
Banyak pengunjung yang datang dengan alasan sekadar "ngadem" atau menenangkan diri. Pengunjung pun datang dari berbagai daerah, bukan hanya warga Depok. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, pengelola menerapkan aturan wajib lapor dan menyerahkan KTP bagi tamu yang berniat menginap lebih dari 24 jam.
Tak hanya kental dengan nuansa spiritual, Sumur Gondang ternyata menyimpan jejak arkeologis yang menarik.
Zhiin (48) yang, seorang penjaga juga dan warga setempat, menjelaskan bahwa keberadaan situs ini bukan sekadar dongeng kakek-nenek, melainkan didukung bukti fisik. Saat dilakukan kerja bakti atau pengurasan sumur, warga kerap menemukan benda-benda kuno.
"Saya cari bukti autentik sejarahnya. Pas kerja bakti gotong royong, kita angkat (lumpur) sumur, ternyata benar ditemukan koin-koin era sebelum Republik," ujar Zhiin.
Temuan tersebut bervariasi, mulai dari koin bertuliskan huruf Belanda, koin bolong, hingga koin dari era Kerajaan.
"Dari logo tulisan Belanda, terus dari logo koin era Kerajaan Mataram, ini membuktikan tempat ini sudah ada jauh sebelum tahun 1945," kata dia.
Zhiin menganalisis bahwa keberadaan berbagai jenis mata uang dari daerah berbeda (seperti Cirebon dan Mataram) di satu lokasi menunjukkan bahwa Sumur Gondang dulunya kemungkinan besar adalah titik pertemuan (meeting point) para pelancong atau tokoh-tokoh masa lampau.
Sumur Gondang, Desa Harjamukti, Cimanggis, tepatnya di Kampung Pedurenan, Depok (Hans Wilhem/detikcom) |
"Dulu kan belum ada bank, uangnya masih masing-masing kerajaan. Kalau banyak jenis koin di sini, logikanya ini adalah tempat pertemuan," kata dia.
Jika traveler minat dalam menjelajahi sejarah atau mencari ketenangan, Keramat Sumur Gondang mungkin menjadi destinasi ideal bagi Anda. Perpaduan antara kisah-kisah yang memikat dan fakta sejarah yang konkret memberikan lokasi ini daya tarik yang unik.
Penting untuk mengikuti nasihat masyarakat setempat di mana pun Anda pergi, hormati tradisi lokal. Diharapkan para pengunjung selalu menunjukkan sopan santun yang baik, tidak memiliki niat buruk, dan menghormati adat istiadat yang berlaku di daerah tersebut.
(fem/fem)















































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5