Kandang Moo Deng Disebut Kotor, Pihak Kebun Binatang Angkat Suara
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kandang Moo Deng Disebut Kotor, Pihak Kebun Binatang Angkat Suara

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Kamis, 19 Feb 2026 06:01 WIB
Kuda nil betina berusia dua bulan bernama Moo Deng yang menjadi sensasi viral di internet di Thailand. REUTERS/Athit Perawongmetha
Kuda nil Moo Deng. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Jakarta -

Kebun Binatang Khao Kheow di Thailand memberikan klarifikasi terkait kondisi kandang kuda nil lucu Moo Deng yang menjadi sorotan karena kotor.

Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul perbincangan luas di media sosial mengenai kondisi kandang satwa tersebut, perdebatan mencuat setelah unggahan advokat konservasi laut, Siranudh Scott. Dalam unggahannya di platform X, Scott menilai kandang Moo Deng terlihat kurang layak, meski satwa tersebut tengah menjadi perhatian publik dan dinilai memiliki potensi ekonomi.

Melansir Bangkok Post, Kamis (19/2/2026) pihak kebun binatang menyatakan bahwa kondisi yang terlihat dalam foto merupakan kotoran hewan, yang merupakan perilaku alami kuda nil untuk menandai wilayahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengelola menegaskan bahwa pembersihan kandang dilakukan setiap pagi dan telah mengikuti standar kesejahteraan satwa internasional yang ditetapkan oleh World Association of Zoos and Aquariums (WAZA).

Pihak kebun binatang juga menjelaskan bahwa desain habitat Moo Deng memang mencakup unsur tanah, lumpur, dan tumbuhan air. Lingkungan tersebut sengaja dipertahankan untuk menjaga kelembapan tinggi yang dibutuhkan kuda nil agar kesehatan kulit dan perilaku alaminya tetap terjaga.

ADVERTISEMENT

Selain memberikan klarifikasi, pengelola mengumumkan rencana pengembangan habitat baru yang disebut Desa Kuda Nil. Proyek perluasan sekitar 1,6 hektar itu dirancang untuk menampung tujuh kuda nil kerdil dan enam kuda nil biasa.

Habitat tersebut diharapkan dapat menyediakan ruang yang lebih luas dan alami guna meningkatkan kualitas hidup satwa. Pembangunan kawasan baru ini akan dilakukan secara bertahap dan dipastikan tidak mengganggu Moo Deng maupun induknya, Jonah.

Pengelola kebun binatang juga menyampaikan terima kasih atas perhatian masyarakat serta membuka ruang masukan melalui akun Facebook resmi dan saluran telepon khusus yang disediakan.

Sementara itu, Scott kemudian memberikan klarifikasi atas unggahannya. Ia menyatakan tidak bermaksud menyalahkan pengelola kebun binatang, melainkan ingin menekankan pentingnya memastikan hewan-hewan yang menjadi representasi Thailand di tingkat internasional mendapatkan kondisi hidup yang layak.




(upd/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads