Gegara Pria Mabuk dan Resek, Penerbangan Jadi Tertunda

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Gegara Pria Mabuk dan Resek, Penerbangan Jadi Tertunda

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Sabtu, 21 Feb 2026 06:15 WIB
Ryanair
Ilustrasi maskapai Ryanair. (CNN)
Jakarta -

Penerbangan maskapai Ryanair dari Madrid menuju Ibiza, Spanyol, tertunda setelah seorang penumpang mabuk membuat keributan di dalam pesawat.

Seorang saksi mata mengatakan pria tersebut awalnya berbicara dengan suara keras melalui telepon, lalu mulai berteriak hingga mengganggu penumpang lain.

"Dia berbicara dengan keras di teleponnya dan berteriak," ujar penumpang tersebut dilansir dari New York Post, Sabtu (21/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam situasi itu, beberapa penumpang terlihat menoleh dan merasa tidak nyaman dengan sikapnya. Awak kabin sudah berupaya menenangkan yang bersangkutan, namun penumpang resek terus mengoceh dan tidak mengindahkan peringatan.

ADVERTISEMENT

Situasi semakin memanas ketika pria itu berdiri di lorong dan memaki staf serta penumpang lain. Dalam rekaman yang beredar, ia juga terlihat menggedor kursi sambil berteriak.

Ketika pramugari memintanya melepas sabuk pengaman, seorang penumpang lain terdengar menegur "Cukup sudah!".

Karena kondisi kabin tidak kondusif, pilot memutuskan menghentikan proses keberangkatan dan membawa pesawat kembali ke area parkir. Aparat kepolisian kemudian naik ke dalam pesawat dan menurunkan penumpang tersebut.

Akibat insiden itu, penerbangan mengalami penundaan sekitar dua jam sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Ibiza. Pihak Ryanair membenarkan kejadian tersebut.

"Awak pesawat penerbangan dari Madrid ke Ibiza ini meminta bantuan polisi sebelum keberangkatan setelah seorang penumpang membuat keributan di dalam pesawat," kata perwakilan maskapai.

"Pesawat kembali ke tempat parkir, di mana penumpang ini diturunkan sebelum penerbangan ini melanjutkan ke Ibiza," lanjutnya.

Maskapai itu menegaskan memiliki kebijakan tanpa toleransi terhadap perilaku penumpang yang tidak tertib.

"Ryanair memiliki kebijakan tanpa toleransi yang ketat terhadap perilaku penumpang yang tidak tertib dan akan terus mengambil tindakan tegas untuk memerangi perilaku penumpang yang tidak tertib. Memastikan bahwa semua penumpang dan awak kabin melakukan perjalanan dalam lingkungan yang penuh hormat dan bebas stres, tanpa gangguan yang tidak perlu," tegas Ryanair.



(upd/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads