Gara-gara terkena hipotermia, seorang pendaki yang masih remaja bernama Ni Putu Kuinandita harus dievakuasi tim SAR dari gunung Abang, Bali.
Tim pencarian dan pertolongan (SAR) berhasil menggendong pendaki itu turun dari puncak Gunung Abang, Bali. Remaja perempuan itu dievakuasi karena mengalami hipotermia saat perjalanan menuruni gunung tersebut.
"Pelajar 16 tahun asal Ubud, Gianyar, mengalami hipotermia di Gunung Abang," kata Koordinator Lapangan SAR Karangasem Putu Handika Bhayangkara dalam keterangannya, Sabtu (21/2).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Handika mengatakan Kuinandita mendaki Gunung Abang bersama lima orang temannya sekitar pukul 05.00 Wita. Menurutnya, Kuinandita mulai kelelahan saat perjalanan turun dari puncak gunung setinggi 2.152 mdpl itu.
Hingga tiba di pos 2 Pura Andong, Kuinandita semakin kelelahan dan mengalami gejala hipotermia. Salah satu temannya yang mengetahui kondisi Kuinandita lantas meminta bantuan.
"Kantor SAR Denpasar menerima informasi pada pukul 12.56 Wita dari Nyoman Teja (pendaki lain). Segera setelah mendapatkan laporan, diberangkatkan tujuh personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangsem menuju lokasi," kata Handika.
Handika mengatakan jalur pendakian Gunung Abang sedang diguyur hujan dan kabut saat itu. Jarak pandang hanya 10 meter. Meski begitu, upaya pertolongan tetap dilakukan.
Akhirnya, Kuinandita ditemukan di ketinggian 1.450 mdpl dalam keadaan masih stabil. Remaja itu langsung dievakuasi turun gunung dengan digendong oleh salah satu petugas SAR Karangasem dan dilarikan ke Puskesmas Kintamani.
"Pukul 15.40 Wita tim SAR gabungan menemukan target di ketinggian 1.450 mdpl," pungkasnya.
---------
Artikel ini telah naik di detikBali.











































Komentar Terbanyak
Aturan Bagasi Gratis Garuda Indonesia Berubah Mulai 1 September 2026
Curhatan Wisatawan Situ Bagendit: Tempatnya Nyaman, tapi Apa-apa Bayar
Viral Turis Lokal Diusir dari Pantai Bali, Pemilik Warung Klarifikasi