Menjelang berbuka puasa, Masjid Istiqlal dipadati warga dari berbagai daerah hingga turis mancanegara. Mereka siap untuk ngabuburit dan berbuka puasa bersama.
Sore di bulan Ramadan terasa berbeda di kawasan Masjid Istiqlal. Sejak memasuki area taman di depan bangunan utama, suasana hangat langsung terasa.
Deretan tenant berdiri rapi di sepanjang kawasan depan masjid. Ada yang menjajakan busana muslim mulai dari gamis, hijab, mukena, hingga baju koko. Tak sedikit pula tenant makanan yang menawarkan aneka menu berbuka, lengkap dengan promo menarik bagi para pengunjung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memasuki waktu Ashar sekitar pukul 15.30 WIB, pelataran dan area bawah masjid mulai dipadati warga. Sebagian pengunjung duduk santai menikmati angin sore, ada yang bergegas mengambil wudu untuk menunaikan salat.
Salah satunya Alda, pengunjung asal Bandung. Ia menyempatkan diri mampir ke Istiqlal untuk menunaikan salat Ashar sekaligus menghabiskan waktu ngabuburit.
"Sebenarnya cuma mampir sebentar untuk salat, duduk santai dulu di sini, ngabuburit kecil-kecilan. Habis itu mau otw ke lokasi bukber yang kebetulan dekat dari sini," ujarnya kepada detikTravel, Jumat (20/2).
Di area depan masjid, suasana Ramadan terasa begitu hidup. Taman yang membentang di sepanjang pintu masuk dipenuhi pengunjung yang duduk berjejer di bangku-bangku yang menghadap langsung ke bangunan utama.
Suasana Berbuka Puasa di Masjid Istiqlal Foto: Nyimas Amrina Rosada/detikTravel |
Banyaknya spot membuat ngabuburit di Istiqlal mulai dari taman depan, pelataran luas, hingga ruang salat utama yang teduh, menawarkan suasana ngabuburit yang berbeda.
Sebagian berbincang santai dengan keluarga atau teman, sebagian lagi tampak sibuk dengan ponselnya untuk mengabadikan momen di masjid terbesar se-Asia Tenggara itu.
Bahkan beberapa turis mancanegara pun tampak ikut berkeliling, memotret arsitektur masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Hal ini dirasakan oleh Santi, salah seorang pengunjung Asal Bogor yang datang bersama sang anak. Keduanya tampak asyik berfoto di landmark Masjid Istiqlal depan pintu Al-Fattah.
Santi mengaku sengaja memilih Istiqlal sebagai tempat ngabuburit dan berbuka puasa bersama anaknya. Baginya, suasana Ramadan di masjid ini memberikan pengalaman berbeda yang sulit ditemukan di tempat lain.
"Sengaja datang dari Bogor untuk ngabuburit di sini, karena masjid ini terbesar di Indonesia jadi penasaran untuk ngerasain ngabuburit sambil nunggu buka puasa di Istiqlal," ujarnya.
Suasana Berbuka Puasa di Masjid Istiqlal Foto: Nyimas Amrina Rosada/detikTravel |
Ada pula Lastri, pengunjung asal Palembang, yang sengaja datang untuk berbuka puasa sekaligus menunaikan salat tarawih di Masjid Istiqlal. Kepada detikTravel, Lastri mengaku agenda ini selalu menjadi rutinitas setiap Ramadan. Ia bahkan meluangkan waktu tiga hingga lima hari datang ke Jakarta untuk beribadah di sini.
"Setiap tahun sudah jadi rutinitas, tiga hari atau lima hari menyempatkan waktu untuk ke Jakarta dan salat tarawih di sini," kata Lastri.
Lastri mengatakan bahwa Masjid Istiqlal menghadirkan suasana Ramadan yang berbeda dibandingkan tempat lain. Menurutnya, atmosfer salat tarawih di sana terasa tenang, khusyuk, dan penuh kekhidmatan.
"Mumpung masih diberi kesempatan, sehat, dan panjang umur, saya selalu sempatkan tarawih di sini," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi fasilitas masjid yang menurutnya sangat memadai. Mulai dari area yang luas dan bersih hingga pengelolaan yang tertata rapi.
"Fasilitasnya luar biasa ya, petugasnya juga informatif dan sangat membantu. Jadi yang datang merasa nyaman," katanya.
Suasana Menjelang Berbuka Puasa
Menjelang pukul 17.30 WIB, suasana semakin ramai. Tenant makanan yang sebelumnya lengang mulai dipadati pembeli. Pengunjung dari berbagai daerah terlihat sibuk memilih menu untuk berbuka.
Aroma makanan bercampur dengan semilir angin sore, menciptakan suasana yang hangat dan akrab.
detikTravel memilih salah satu bangku di kawasan depan masjid untuk menikmati momen berbuka. Suara kicauan burung berpadu dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an dari pengeras suara masjid.
Puluhan pengunjung tampak duduk berkelompok memenuhi bangku-bangku di depan area tenant makanan. Sebagian sibuk mengantre untuk membeli takjil, sementara yang lain telah menyiapkan santapan berbuka dan menunggu waktu magrib tiba dengan penuh antusias.
Ketika azan magrib berkumandang dari pengeras suara Masjid Istiqlal, gema suaranya terasa menyelimuti seluruh pelataran. Dalam hitungan detik, suasana benar-benar sunyi, seolah semua orang berhenti pada momen yang sama.
Lalu, perlahan, kesunyian itu berubah menjadi senyum, ucapan syukur, dan gerakan tangan yang meraih air serta makanan pertama.
Suasana Berbuka Puasa di Masjid Istiqlal Foto: Nyimas Amrina Rosada/detikTravel |
Ngabuburit dan berbuka puasa di Masjid Istiqlal bukan sekadar aktivitas menunggu waktu magrib. Ada rasa kebersamaan yang hangat, orang-orang yang mungkin tak saling mengenal duduk berdampingan, berbagi tempat, bahkan berbagi makanan.
Aroma takjil bercampur dengan angin sore Jakarta, menciptakan pengalaman yang tak hanya mengenyangkan perut, tetapi juga menenangkan hati.
Di masjid ini, Ramadan terasa lebih hidup, menyatukan beragam latar belakang dalam satu momen spiritual yang sederhana namun penuh makna.
Simak Video "Video: Aturan Buka Puasa di Transjakarta, KRL, MRT dan LRT"
[Gambas:Video 20detik] (wsw/wsw)













































