Heboh WNI Bangga Anaknya Jadi WNA, Paspor Inggris Masuk Top 10 Terkuat Dunia

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Heboh WNI Bangga Anaknya Jadi WNA, Paspor Inggris Masuk Top 10 Terkuat Dunia

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Selasa, 24 Feb 2026 21:16 WIB
Paspor Inggris
Paspor Inggris. (Getty Images/clubfoto)
Jakarta -

Baru-baru ini media sosial ramai memperbincangkan konten seorang warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Inggris, yang menyambut senang status kewarganegaraan anaknya yang jadi WNA.

Konten tersebut menjadi kontroversi dan diskusi di dunia maya. Di sisi lain, Inggris merupakan salah satu negara dengan paspor terkuat di dunia.

Dari laporan yang dikeluarkan oleh Henley & Partners terkait The Henley Passport Index 2026, Inggris berada di posisi ke-7 sebagai negara dengan paspor terkuat. Di peringkat ke-7, Inggris berbagi posisi dengan negara lainnya seperti Australia, Kroasia, Republik Ceko, Estonia, dan Latvia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Henley & Partners memposisikan Inggris menjadi negara dengan paspor terkuat dari seberapa banyak keterjangkauan negara tersebut dalam bisa mengakses negara lain tanpa visa. Seseorang yang berpaspor Inggris bisa pergi ke 182 negara dengan mudah.

ADVERTISEMENT

Selain itu, data dari Pasport Index mencantumkan paspor Inggris berada di posisi ke-9 sebagai paspor negara terkuat di dunia bersama Kanada dan Leichtenstein. Di sana tercatat warga Inggris bisa menjangkau sekitar 84% negara di dunia.

Sebagai informasi, kekuatan paspor suatu negara itu ditakar dari beberapa hal. Mulai dari seberapa banyak negara yang bisa diakses tanpa visa, hubungan diplomatik, perekonomian negara, stabilitas politik dan keamanan, dan juga hal lainnya.

Melansir TIME, Head of Public Relations Henley & Partners, Sarah Nicklin, mengatakan sebetulnya secara sederhana kekuatan sebuah paspor negara bisa ditinjau dari seberapa banyak negara yang bisa diakses tanpa memerlukan visa.

"Indeks ini sebenarnya hanya memberi peringkat paspor berdasarkan jumlah destinasi yang dapat diakses tanpa bisa," jelas Nicklin.



(upd/wsw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads