Seorang turis asal Eropa memicu polemik setelah mengklaim bahwa Singapura adalah tempat dengan penduduk paling tidak sopan (rudest place) yang pernah ia kunjungi di Asia. Bagaimana awal mulanya?
"Singapura, tanpa ragu, adalah tempat paling kasar (tidak sopan) yang kami kunjungi di Asia," tulis turis tersebut di subreddit SingaporeTravel pada 15 Februari lalu dilansir CNN Indonesia.
Dalam unggahannya, perempuan itu menegaskan bahwa dia bukanlah wisatawan yang rewel, terlalu menuntut, atau tidak memahami aturan. Dia membandingkan pengalamannya saat bepergian ke China, Jepang, dan Malaysia, yang menurutnya selalu berjalan lancar tanpa kendala berarti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia kemudian menyampaikan beberapa poin keberatan, yakni banyak staf atau petugas di Singapura yang ditemuinya bersikap tidak hormat dan seksis. Dia juga menuduh warga lokal Singapura memperlakukan orang secara berbeda berdasarkan gender dan etnis.
Meski bertemu beberapa orang baik, dia merasa pola ketidaksopanan tersebut sangat sering terjadi dibandingkan dengan negara tetangga. Dia menganggap negara-negara tetangga itu jauh lebih ramah dan menghormati tamu.
Melansir The Independent Singapore, unggahan tersebut segera dibanjiri kritik dari netizen. Banyak yang membela Singapura dengan sudut pandang berbeda.
"Saya pria asal Amerika dan sudah beberapa kali ke Singapura. Saya selalu diperlakukan dengan sangat baik. Saya merasa Singapura sangat hangat dan ramah," tulis salah satu pemberi komentar/
Netizen lain menilai bahwa apa yang dianggap tidak ramah sebenarnya adalah efisiensi.
"Orang-orang hanya terlalu sibuk dengan urusan mereka sendiri sehingga tidak memperhatikan Anda atau memberi perhatian khusus," kata salah satu netizen.
Klaim turis tersebut sangat kontras dengan pencapaian resmi Singapura di mata internasional. Pada 2024, para pembaca Condé Nast Traveler menobatkan Singapura sebagai kota teramah di dunia dalam survei Readers' Choice Awards.
Selain kebersihan jalanan dan sistem transportasi publik yang modern, Singapura dikenal secara luas sebagai salah satu destinasi paling aman bagi turis.
Penilaian itu didukung oleh tingkat kriminalitas yang rendah, pengawasan kamera (CCTV) yang luas di area pusat kota, serta patroli polisi yang rutin di objek-objek wisata utama.










































