Red Flag, 3 Negara Ini Punya Kasus Penipuan Taksi Tertinggi di ASEAN

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Red Flag, 3 Negara Ini Punya Kasus Penipuan Taksi Tertinggi di ASEAN

Bonauli - detikTravel
Kamis, 26 Feb 2026 09:42 WIB
Sign of a waiting taxi
Ilustrasi Taksi. Foto: (Taksi/iStock)
Jakarta -

Transportasi menjadi salah satu yang favorit digunakan saat liburan di luar negeri. Namun, 3 negara ini punya kasus penipuan taksi tertinggi di ASEAN.

Penelitian dilakukan oleh penyedia asuransi perjalanan Inggris AllClear. Penelitian ini memeriksa lebih dari 450 unggahan dan 30.000 komentar tentang penipuan taksi di Reddit untuk mengidentifikasi negara-negara yang paling banyak menerima keluhan, seperti dikutip dari VN Express pada Kamis (26/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah dihitung, ternyata ada 3 negara ASEAN yang punya rekam jejak buruk soal penipuan taksi. Thailand berada di peringkat ketiga di dunia dengan 2.169 keluhan, diikuti oleh Vietnam dengan 1.741 keluhan. Filipina di peringkat ke-13 dengan 840 keluhan.

Secara global, Turki menjadi negara dengan keluhan terbanyak, yakni 4.224 komentar, diikuti India dengan 2.301 komentar.

ADVERTISEMENT

Thailand begitu bergantung pada pariwisata. Turis-turis mengeluhkan kelakuan pengemudi yang seringkali mengakali penumpang. Mereka tak mau menyalakan argo, pembayaran harus sesuai perjanjian. Ini membuat turis kesal, karena umumnya mereka ditembak dengan harga yang sangat mahal.

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa penipuan taksi dapat terjadi di mana saja dan kapan saja, terutama jika pengunjung terlihat tidak familiar dengan harga lokal," kata Letitia Smith, kepala komunikasi di AllClear, seperti dikutip oleh surat kabar Inggris The Independent.

Sementara itu, Vietnam punya metode lain. Pengemudinya biasa menaikkan tarif kepada turis. Hal ini menjadi rahasia umum untuk turis yang naik taksi di kota-kota besar seperti Hanoi dan Ho Chi Minh.

Tak jauh beda dengan Vietnam, turis-turis di Filipina mengeluhkan tarif taksi yang tidak transparan.

"Untuk melindungi diri Anda saat naik taksi di luar negeri, penting untuk selalu memeriksa berapa tarif lokal, atau berapa seharusnya tarif sebelum Anda masuk ke kendaraan, dan jika terjadi penipuan, laporkan ke badan pengatur yang berwenang," tambah Smith.

Traveler ada yang punya pengalaman naik taksi lokal selama liburan di luar negeri? Coba tulis di kolom komentar ya:




(bnl/bnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads