Maskapai asal Uni Emirat Arab, Emirates, mengumumkan penghentian sementara seluruh operasional penerbangan ke dan dari Dubai menyusul penutupan sejumlah wilayah udara di kawasan Timur Tengah.
Keputusan ini diambil akibat situasi keamanan regional yang berkembang cepat, setelah beberapa negara menutup ruang udara mereka. Langkah tersebut berdampak langsung pada jalur penerbangan internasional yang selama ini melintasi kawasan Teluk.
Imbauan untuk Penumpang
Dalam pernyataan resminya, Emirates mengeluarkan sejumlah imbauan penting bagi pelanggan:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Penumpang diminta memeriksa status penerbangan sebelum berangkat ke bandara.
- Bagi yang terdampak pembatalan, diminta menghubungi agen perjalanan masing-masing untuk proses penjadwalan ulang.
- Penumpang yang memesan tiket langsung melalui Emirates dapat menghubungi pusat layanan pelanggan maskapai.
- Pelanggan juga diminta memastikan detail kontak mereka sudah benar melalui fitur Manage Your Booking agar bisa menerima pembaruan terbaru.
- Maskapai menyatakan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan otoritas terkait sebelum mengambil keputusan lanjutan.
Dampak ke Hub Penerbangan Global
Dubai selama ini dikenal sebagai salah satu hub penerbangan tersibuk di dunia yang menghubungkan Eropa, Asia, Afrika, dan Australia. Penghentian operasional Emirates berpotensi memicu efek domino terhadap ribuan penumpang transit internasional.
Sejumlah penerbangan jarak jauh yang biasanya singgah di Dubai kemungkinan akan dialihkan, ditunda, atau dibatalkan sepenuhnya hingga situasi wilayah udara kembali dinyatakan aman.
Emirates menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan penumpang serta awak kabin tetap menjadi prioritas utama. "Kami meminta maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak atas ketidaknyamanan ini," tulis maskapai dalam pernyataannya.
Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan operasional penuh akan kembali normal. Penumpang yang memiliki rencana perjalanan dalam beberapa hari ke depan disarankan untuk terus memantau perkembangan resmi dari Emirates maupun otoritas penerbangan setempat.
Sementara maskapai nasional Arab Saudi, Saudia Airlines juga turut mengumumkan pembatalan sejumlah penerbangan menyusul perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah dan penutupan sejumlah wilayah udara.
Dalam akun X Saudia Group, pihak maskapai menjelaskan bahwa keputusan pembatalan dilakukan sebagai bentuk penerapan standar keamanan dan keselamatan penerbangan.
"Sehubungan dengan perkembangan situasi di kawasan dan penutupan wilayah udara, sejumlah penerbangan kami dibatalkan sesuai dengan standar keamanan dan keselamatan penerbangan. Pusat koordinasi darurat terus memantau perkembangan bersama pihak terkait," cuit Saudia Airlines.
Saudia juga mengimbau para penumpang untuk memeriksa status penerbangan masing-masing sebelum berangkat menuju bandara. Maskapai memastikan pembaruan informasi akan disampaikan melalui saluran komunikasi yang terhubung dengan data pemesanan penumpang.
Sementara itu Bandara Changi juga meminta penumpang untuk mengecek status penerbangan karena penerbangan menuju Abu Dhabi, Doha dan Dubai banyak yang dibatalkan.
"Penumpang disarankan untuk mengecek status penerbangan mereka dengan maskapai masing-masing, serta halaman status penerbangan di situs web Bandara Changi di www.changiairport.com atau Aplikasi Changi untuk mendapatkan informasi terbaru," demikian pengumuman bandara.










































