Situasi Timur Tengah yang kembali memanas berdampak langsung pada lalu lintas udara di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Otoritas setempat menangguhkan seluruh penerbangan menyusul eskalasi serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Pengelola Bandara Internasional Dubai (DXB) mengimbau penumpang untuk tidak melakukan perjalanan ke bandara akibat situasi panas itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dubai Airports mengonfirmasi bahwa seluruh operasi penerbangan di Dubai International dan Dubai World Central - Al Maktoum International (DWC) ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut," keterangan kantor berita pemerintah Dubai melalui akun X, dikutip pada Minggu (1/3/2026).
"Penumpang disarankan untuk tidak melakukan perjalanan ke bandara pada saat ini dan langsung menghubungi maskapai penerbangan masing-masing untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai penerbangan mereka," keterangan ditambahkan.
Dubai ikut terdampak eskalasi konflik setelah AS dan Israel melancarkan serangan ke wilayah Iran pada Sabtu pagi waktu setempat. Serangan tersebut diklaim sebagai upaya menekan ancaman dari rezim Iran.
Sementara itu, Teheran mengecam tindakan itu sebagai pelanggaran kedaulatan dan berjanji akan membalas. Tak lama berselang, Iran dilaporkan meluncurkan serangan balasan yang menyasar sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Rentetan ledakan kemudian terdengar di beberapa negara Teluk Arab yang menjadi lokasi instalasi militer Amerika, seperti Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait, pada Sabtu waktu setempat.
Situasi itu memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan. Di tengah perkembangan tersebut, muncul laporan bahwa Menteri Pertahanan Iran Amir Nasirzadeh serta Komandan Garda Revolusi Mohammed Pakpour tewas. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran maupun Israel terkait kabar tersebut.










































