Cerita Penumpang Emirates Terjebak di Pesawat Tanpa Makanan
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Cerita Penumpang Emirates Terjebak di Pesawat Tanpa Makanan

Bonauli - detikTravel
Minggu, 01 Mar 2026 20:07 WIB
Ilustrasi Bandara Internasional Dubai
Ilustrasi Bandara Internasional Dubai (Getty Images/Luthfi Syahwal)
Dubai -

Seorang penumpang menceritakan pengalamannya terjebak berjam-jam di dalam pesawat Emirates di Bandara Internasional Dubai saat serangan balasan Iran menutup wilayah udara di Teluk. Penerbangannya terhenti tanpa kepastian jadwal dan tanpa makanan.

Adalah Jaiveer Cheema, turis AS yang liburan ke Dubai UEA, yang mengisahkan pengalaman itu. Dikutip Bussines Insider, Minggu (1/3/2026), Cheema seharusnya pulang dengan maskapai Emirates dari Bandara Internasional Dubai pada Sabtu (28/2).

Namun, perjalanannya batal setelah serangan terjadi. Kala itu, penumpang berada di dalam pesawat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cheema dan penumpang lain terjebak di dalam kabin tanpa makanan selama berjam-jam.

Setelah lima jam berlalu, Cheema berpikir akan menghirup sedikit udara segar. Mereka diturunkan dari pesawat dan dipindahkan ke terminal lain. Ternyata, penumpang yang terlantar bukan hanya mereka, ada banyak orang di terminal itu.

ADVERTISEMENT

"Beberapa jam berikutnya di bandara sangat kacau karena tidak ada yang tahu harus berbuat apa," kata dia.

"Kami berbicara dengan beberapa petugas keamanan dan karyawan Emirates, dan mereka semua memberi kami jawaban yang berbeda," dia menambahkan.

Cheema menyebut para penumpang bolak-balik mengantre di meja layanan maskapai demi informasi dan kepastian tempat bermalam.

Setelah berjam-jam menunggu, mereka akhirnya mendapat voucher hotel dan diantar dengan bus. Namun, bahkan di kamar pun dia masih menanti sekitar 90 menit sebelum kabar yang ditunggu datang.

Setelah menunggu tanpa kepastian, akhirnya Cheema mendapatkan pengumuman bahwa penerbangannya dijadwalkan ulang keesokan harinya pukul 09.00. Jika dihitung sejak jadwal keberangkatan semula, dia sudah menanti hampir 20 jam.

Jumlah penumpang dan pesawat yang terlantar pada Sabtu diperkirakan terus bertambah jika bandara-bandara terdampak tidak segera kembali beroperasi.

Pusat gangguan berada di Timur Tengah. Bandara di Dubai, Doha, dan Abu Dhabi, yang selama ini menjadi simpul utama lalu lintas penerbangan penghubung global, terpaksa menutup wilayah udaranya menyusul serangan Iran.

Data perusahaan analitik penerbangan Cirium menunjukkan tiga maskapai besar kawasan, yakni Emirates, Qatar Airways, dan Etihad Airways, secara gabungan melayani sekitar 90.000 penumpang transit setiap hari.

Bandara Internasional Hamad Qatar menyatakan bahwa semua pergerakan pesawat telah ditangguhkan sementara karena wilayah udara negara tersebut ditutup.

"Prioritas kami selalu keselamatan penumpang dan karyawan kami. Kami bekerja sama erat dengan pemangku kepentingan pemerintah dan mitra maskapai penerbangan untuk mengurus penumpang yang terkena dampak," pengumuman manajemen bandara.




(bnl/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads