Serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran berdampak luas pada seluruh penerbangan di Timur Tengah. Wilayah udara ditutup, membuat ribuan penumpang terlantar.
Dikutip dari Guardian, Senin (2/3/2026), beberapa negara, termasuk Israel, Qatar, Suriah, Iran, Irak, Kuwait, dan Bahrain, menutup total wilayah udara mereka. Uni Emirat Arab (UEA) juga menutup sebagian wilayah udara secara sementara. Pantauan situs pelacakan Flightradar24 menunjukkan hampir tidak ada aktivitas penerbangan yang tercatat di kawasan tersebut.
Bandara Internasional Dubai, salah satu bandara tersibuk di dunia untuk penerbangan internasional, terpaksa membatalkan sekitar 1.000 penerbangan akibat penutupan wilayah udara. Pembatalan itu melibatkan maskapai-maskapai besar di Timur Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan analisis penerbangan Cirium mencatat tiga maskapai utama yang beroperasi di bandara-bandara besar Timur Tengah, Emirates, Qatar Airways, dan Etihad Airways, biasanya mengangkut sekitar 90.000 penumpang per hari.
Dari 4.218 penerbangan yang dijadwalkan mendarat di negara-negara Timur Tengah pada Sabtu (1/3), sebanyak 966 penerbangan (22,9%) dibatalkan. Jika dihitung termasuk penerbangan keberangkatan, total pembatalan naik menjadi lebih dari 1.800 penerbangan.
Kemudian, pada Minggu, sebanyak 716 penerbangan dari 4.329 penerbangan yang dijadwalkan ke Timur Tengah dibatalkan.
Sementara itu, situs pelacakan penerbangan FlightAware menyebut lebih dari 18.000 penerbangan global tertunda dan lebih dari 2.350 penerbangan dibatalkan di seluruh dunia hingga Sabtu pukul 22.30 waktu setempat.
Di antara penumpang yang terdampak adalah Jonathan Escott dan tunangannya. Mereka tiba di bandara Newcastle, Inggris, pada Sabtu. Saat itu pula mereka mendapati situasi tidak menyenangkan.
Penerbangan langsung ke Dubai dengan maskapai Emirates yang sudah dipesan dibatalkan. Dia dan semua orang di penerbangan tersebut terjebak di sana.
Escott pergi kembali ke tempat ia tinggal bersama keluarganya, sekitar satu jam dari bandara, tetapi tidak tahu kapan dia dapat melakukan perjalanan.
"Tidak ada yang tahu. Tidak ada yang benar-benar tahu apa yang terjadi dengan konflik ini. Bahkan Emirates tidak tahu apa-apa. Tidak ada bisa menginformasikan apa-apa," kata dia.
Merujuk FlightAware, setidaknya 145 pesawat yang sedang dalam perjalanan menuju Tel Aviv dan Dubai pada Sabtu pagi dialihkan ke kota-kota lain seperti Athena, Istanbul, atau Roma.
Pesawat-pesawat lain terdeteksi putar balik dan kembali ke tempat mereka lepas landas. Salah satu penerbangan menghabiskan hampir 15 jam di udara setelah meninggalkan Philadelphia (AS) dengan tujuan Spanyol, sebelum akhirnya berbalik arah dan kembali ke tempat asalnya.
(bnl/fem)












































Komentar Terbanyak
Waspada! Ini Daftar Pangkalan Militer AS di Seluruh Dunia yang Harus Kamu Tahu
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5
Gara-gara Monyet, Komodo di Singapore Zoo Telan Boneka yang Dilempar