58 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Terdampak Perang AS-Israel dan Iran
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

58 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Terdampak Perang AS-Israel dan Iran

Femi Diah - detikTravel
Senin, 02 Mar 2026 07:15 WIB
Muslims gather during the holy month of Ramadan at the Grand Mosque in the holy city of Mecca, Saudi Arabia, February 18, 2026. REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa     TPX IMAGES OF THE DAY
Ilustrasi umrah (Ibraheem Abu Mustafa/Reuters)
Jakarta -

Penundaan penerbangan sejumlah maskapai penerbangan karena eskalasi konflik di Timur Tengah berdampak pada pelaksanaan ibadah umrah jemaah Indonesia. Puluhan ribu jemaah ke tanah suci terkatung-katung, termasuk 58.873 jemaah yang saat masih berada di Arab Saudi.

Data jumlah jamaah itu dihimpun oleh SISKOPATUH. Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Puji Raharjo, mengonfirmasi bahwa pemerintah terus melakukan monitor secara intensif terkait dinamika situasi regional tersebut.

"Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini," ujar Puji Raharjo dalam keterangan tertulis Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah RI di Jakarta, dikutip Senin (2/3/2026) malam WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puji mengatakan bahwa pemerintah tidak akan mengambil risiko keselamatan para jamaah. Kemenhaj pun terus menjalin komunikasi aktif dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, serta KBRI Riyadh untuk memastikan setiap perkembangan situasi di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

"Kemenhaj terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah umrah Indonesia tetap menjadi prioritas utama," kata Puji.

ADVERTISEMENT

Di saat bersamaan, pemerintah meminta keluarga jemaah di Indonesia untuk tidak terpancing oleh informasi yang tidak jelas sumbernya (hoax).

Setiap perkembangan kebijakan terkait jadwal kepulangan atau penyesuaian keberangkatan akan disampaikan melalui saluran resmi PPIU atau biro travel masing-masing.

Hingga saat ini, situasi jemaah di Arab Saudi dilaporkan masih kondusif meski jadwal penerbangan mengalami dinamika akibat penutupan atau pengalihan wilayah udara di zona konflik.




(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads