Slow Travel Kian Populer, Liburan ke Hong Kong Bisa Jadi Pilihan
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Slow Travel Kian Populer, Liburan ke Hong Kong Bisa Jadi Pilihan

Inkana Izatifiqa R. Putri - detikTravel
Senin, 02 Mar 2026 13:14 WIB
ilustrasi hong kong
Foto: Getty Images/gionnixxx
Jakarta -

Tren traveling dari tahun ke tahun terus mengalami perubahan. Dalam dua tahun terakhir, tren slow travel kian diminati wisatawan yang ingin menikmati perjalanan dengan lebih santai dan bermakna. Konsep ini menekankan kualitas pengalaman dibandingkan jumlah destinasi yang dikunjungi, dengan mengajak wisatawan menikmati suasana, budaya, dan ritme suatu tempat dengan lebih mendalam.

Dalam Academy Entrepreneurship Journal yang dikeluarkan pada tahun 2023, slow travel banyak digemari karena menawarkan perencanaan yang fleksibel. Dengan begitu, wisatawan dapat lebih mindful dan merasa rileks terhadap liburan yang mereka jalani dengan terkoneksi dengan alam, suara, dan rasa dari tempat yang dituju.

Hong Kong Jadi Pilihan Slow Travel

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi pencinta slow travel, Hong Kong bisa menjadi destinasi menarik untuk menerapkan gaya bepergian santai ini. Berdasarkan data Hong Kong Tourism Board Research, tercatat 37,152 wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Hong Kong pada Januari 2026.

Hong Kong memang memiliki daya tarik tersendiri, termasuk bagi wisatawan Indonesia . Kota ini tak hanya menawarkan gemerlap gedung pencakar langit, tetapi juga sisi lain yang lebih tenang seperti desa nelayan, jalur hiking dengan pemandangan alam, hingga kafe dan pasar tradisional yang autentik.

ADVERTISEMENT

Untuk perjalanan slow travel, Anda bisa mendaki santai di Dragon's Back yang menyajikan panorama dramatis pedesaan yang subur dan garis pantai yang terjal. Kunjungi juga Tai Mo Shan untuk untuk menikmati beberapa pemandangan paling menakjubkan dan tempat terbaik untuk menyaksikan matahari terbit di Hong Kong.

Nikmati juga pesona Lamma Island, yang akan membantu Anda melepaskan diri dari gaya hidup kota yang sibuk. Pecinta alam dapat menjelajahi pemandangan menakjubkan dan situs budaya di sepanjang jalur jalan kaki santai sepanjang 5 km di Pulau Lamma, sementara penggemar sejarah dapat mempelajari lebih lanjut tentang budaya lokal di Desa Nelayan Lamma.

Bagi para pencinta seni, di tahun ini, Hong Kong juga menyajikan Art Central 2026 dan Art Basel Hong Kong 2026. Pameran menghadirkan ratusan galeri ternama dengan karya seni modern dan kontemporer kelas dunia. Ajang ini menjadi magnet bagi kolektor global, pelaku industri kreatif, hingga wisatawan yang ingin menikmati perkembangan seni terkini. Selama berkunjung ke Hong Kong, pastikan juga untuk singgah di kedai teh tradisional atau kafe lokal sambil mencicipi dimsum yang autentik.




(prf/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads