Masjid Jamkaran di Iran jadi sorotan usai pengibaran bendera merah sebagai simbol balas dendam kepada AS dan Israel. Simak fakta-fakta menarik masjid ini:
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia dalam serangan gabungan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat.
Kabar tersebut memicu respons kemarahan di Iran, termasuk pengibaran bendera merah di kubah Masjid Jamkaran, sebuah situs ziarah penting bagi umat Syiah di kota suci Qom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip akun resmi Masjid Jamkaran, Senin (2/3/2026), bendera merah tersebut tampak dikibarkan bertepatan dengan prosesi pemakaman Khamenei. Dalam dokumentasi yang beredar, terlihat pula foto Khamenei dalam figura yang dibawa menuju lokasi peristirahatan terakhirnya.
Dalam tradisi Syiah, bendera merah memiliki makna mendalam. Warna tersebut kerap dimaknai sebagai simbol darah yang tertumpah dan seruan untuk menuntut keadilan.
Dalam konteks ini, pengibaran bendera di Jamkaran dikaitkan sebagai pesan simbolik yang merujuk pada ungkapan balas dendam kepada Israel dan AS.
Masjid Jamkaran sendiri bukan lokasi sembarangan. Tempat ibadah yang terletak di Qom ini memiliki nilai religius tinggi bagi penganut Syiah, sehingga setiap simbol yang muncul di sana kerap mendapat perhatian luas, baik di dalam negeri maupun internasional.
Melansir informasi dari arsip detikTravel yang mengutip situs Ahlul Byat Digital Islamic Library Project (DILP), berikut fakta-fakta masjid Jamkaran di Iran:
1. Berada di Kota Suci Qom, Iran
Masjid Jamkaran terletak di kota Qom, sekitar 140 kilometer di selatan Teheran. Dibangun pada tahun 1002-1003 dan berada di koto Qom yang dikenal sebagai pusat pendidikan dan spiritual Syiah dunia.
Kota ini menjadi tempat bermukim banyak ulama besar Iran serta tujuan utama ziarah keagamaan. Karena berada di kota suci tersebut, setiap peristiwa yang terjadi di Masjid Jamkaran kerap memiliki dampak simbolik dan perhatian luas, baik di dalam negeri maupun internasional.
2. Didirikan Atas Petunjuk Imam Mahdi
Menurut tradisi Syiah, Masjid Jamkaran dibangun atas petunjuk Imam Mahdi melalui mimpi yang dialami seorang ulama bernama Shaikh Hassan bin Muthlih Jamkarani pada abad ke-10.
Pada awalnya tanah Masjid Jamkaran merupakan lahan pertanian yang diolah oleh petani bernama Hasan bin Muslim selama lima tahun untuk tujuan komersial, padahal tanah di kota suci tersebut merupakan tanah yang diberkati dan istimewa sehingga tidak boleh dipergunakan untuk mendapat keuntungan.
Dalam kisahnya, Shaikh Hassan disebut menerima perintah dalam mimpinya untuk mendirikan masjid di lokasi yang kini dikenal sebagai Jamkaran. Imam Mahdi sendiri merupakan figur penting dalam keyakinan Syiah Dua Belas Imam, yang diyakini sebagai pemimpin yang akan muncul di akhir zaman.
3. Salah Satu Situs Ziarah Terbesar di Iran
Masjid Jamkaran di Qom, Iran Foto: Getty Images/iStockphoto/ugurhan |
Masjid Jamkaran memiliki makna spiritual yang sangat kuat bagi masyarakat Iran dan umat Syiah secara umum. Setiap tahun, ribuan peziarah datang untuk berdoa dan memanjatkan harapan.
Selain itu, malam Selasa dianggap sebagai waktu istimewa di masjid ini. Di waktu ini, Imam Mahdi dipercaya akan mengabulkan permintaan dan harapan dari mereka yang mengimaninya. Malam selasa menjadi waktu favorit para jemaah untuk memanjatkan harapan dan doanya.
4. Simbol Religius Penting Bagi Syiah Iran
Masjid Jamkaran sering disebut sebagai salah satu pusat spiritual Syiah di Iran. Statusnya yang sakral membuat setiap simbol atau ritual yang dilakukan di sana memiliki makna mendalam. Masjid ini bahkan menyediakan makan malam gratis bagi kaum miskin.
Pengibaran bendera merah di kubah masjid, menjadi contoh simbol religius dan emosional yang kuat bagi komunitas Syiah. Pengibaran bendera 'Ya Lazarat al-Hussein' ini menjadi simbol balas dendam bagi penjahat AS dan Zionis.
5. Sumur di Lapangan Sahib Al-Zaman
Di area luar masjid, tepatnya di Lapangan Sahib Al-Zaman, terdapat sebuah sumur yang dikenal sebagai tempat penyampaian permohonan doa.
Sebagian peziarah menuliskan harapan atau permintaan mereka di secarik kertas, kemudian memasukkannya ke dalam sumur tersebut. Ada pula yang mengikatkan benang di sekitar area sumur sebagai simbol doa dan harapan yang dipanjatkan.
Kaum Syiah Iran percaya bahwa Imam Mahdi akan membaca permohonan tersebut dan mengabulkannya. Tradisi ini menjadi salah satu praktik unik yang memperkuat identitas Masjid Jamkaran sebagai pusat spiritual penting bagi penganut Syiah. Namun kebiasaan ini kemudian ditentang oleh para pemimpin tertinggi Iran.
Simak Video "Video: Wajib Banget Mampir ke Masjid Satu Ini Kalau Lagi di Solo"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)













































Komentar Terbanyak
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi