Aktivis Sabotase 500 Lockbox di Granada, Protes Sewa Jangka Pendek
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Aktivis Sabotase 500 Lockbox di Granada, Protes Sewa Jangka Pendek

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Selasa, 03 Mar 2026 08:03 WIB
Protes sewa jangka pendek properti di Granda, Spanyol
Protes sewa jangka pendek properti di Granada. (Getty Images)
Granada -

Kelompok aktivis perumahan di Kota Granada, Spanyol, menyabotase sekitar 500 kotak kunci (lockbox) milik properti sewaan wisata.

Kotak-kotak itu dilem dan ditempeli stiker bertuliskan 'Against the housing business'. Aksi tersebut diklaim Serikat Perumahan Granada sebagai bentuk serangan terhadap apa yang mereka sebut bisnis perumahan yakni praktik sewa jangka pendek yang dinilai memicu lonjakan harga dan penggusuran warga.

Melansir The Sun, Selasa (3/3/2026) aksi terjadi di Albaicin, Realejo, dan pusat kota atau kawasan dengan konsentrasi apartemen wisata tinggi. Menurut mereka, regulasi yang ada belum cukup menekan pertumbuhan sewa wisata, sementara penegakan hukum dinilai lemah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi tersebut berlangsung di tengah ketegangan soal krisis hunian yang dikaitkan dengan pariwisata. Sejak awal 2025, Pemerintah Daerah Andalusia (Junta de AndalucΓ­a) telah mencabut 13.037 izin sewa wisata, termasuk 2.138 di Provinsi Granada dan 1.198 di antaranya di kota tersebut.

ADVERTISEMENT

Asosiasi Rumah Wisata dan Akomodasi Pedesaan Granada mengecam tindakan itu sebagai gelombang vandalisme dengan kerugian ditaksir lebih dari 4.000 euro (Rp 79 juta). Mereka menyebut mayoritas properti terdampak milik pemilik kecil dan keluarga lokal yang menjalankan usaha legal.

Pemilik diminta melapor ke Kepolisian Nasional, sementara asosiasi Avitar mendesak kecaman resmi atas aksi tersebut dan mengkritik retorika yang dianggap mengkriminalisasi pemilik sah.

Di wilayah lain, parlemen Kepulauan Balearic tengah membahas aturan yang melarang warga non-residen membeli properti kecuali telah tinggal minimal lima tahun. Jika lolos, kebijakan itu akan berdampak pada pembeli asing di destinasi seperti Majorca, Menorca, dan Ibiza.

Rancangan dari Partai Mes per Mallorca itu bertujuan menekan lonjakan harga rumah. Sekitar 90.000 properti (16% dari total di Balearic) dimiliki warga asing. Data Idealista mencatat hampir 12.000 rumah dibeli warga Inggris sepanjang 2024.

Anggota parlemen Mes per Mallorca, Lluis Apesteguia, mengatakan langkah-langkah luar biasa diperlukan setelah 19 juta wisatawan datang tahun lalu.

"Kita harus memprioritaskan rumah-rumah yang memang untuk dihuni - bukan untuk mereka yang ingin berspekulasi dan melanjutkan permainan Monopoli ini," ujarnya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez juga menjanjikan pajak hingga 100% bagi pembeli properti non-Uni Eropa untuk meredam krisis perumahan.

Di tengah situasi itu, sentimen antiwisata meningkat. Pada Oktober lalu di Valencia, warga meneriakkan 'Go Home!' kepada turis Belanda, disertai aksi dorong-dorongan.

Survei terbaru menunjukkan 56% warga Inggris yang biasa berlibur ke Spanyol memilih destinasi lain pada 2025, dan hampir 80% menilai protes membuat negara itu kurang menarik.




(upd/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads