Polri Rencanakan Rekayasa Lalu Lintas Saat Mudik Lebaran 2026
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Polri Rencanakan Rekayasa Lalu Lintas Saat Mudik Lebaran 2026

Femi Diah - detikTravel
Selasa, 03 Mar 2026 09:49 WIB
Kepadatan arus lalu lintas kembali terjadi di jalur Selatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (30/4/2022). Pantauan detikJabar, sekitar pukul 09.00 WIB antrian kendaraan dari arah Cileunyi menuju ke arah Nagreg terjadi hingga ke kawasan Na
Ilustrasi mudik lebaran (Wisma Putra)
Jakarta -

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas (lalin) saat mudik dan balik Lebaran 2026 atau dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 pada 13-25 Maret 2026. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengatakan langkah itu mengurai potensi kemacetan arus lalu lintas akibat peningkatan volume kendaraan.

"Tentunya strategi rekayasa lalu lintas juga akan terus kita lakukan berdasarkan pengalaman yang ada," katanya dalam rapat koordinasi (rakor) terkait kesiapan Operasi Ketupat 2026 di Gedung STIK-PTIK Polri, Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (3/3/2026).

Dia mengungkapkan rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan di antaranya adalah one way, contraflow, pengaturan di rest area, dan pembatasan kendaraan sumbu tiga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemberian imbauan dan peniadaan tilang, delaying system di wilayah penyeberangan, dan pengalihan arus tentunya menjadi rekayasa-rekayasa yang akan kita lakukan," kata dia.

ADVERTISEMENT

Sigit mengungkapkan bahwa dalam pelaksanaan mudik dan balik Lebaran pada tahun lalu terjadi perputaran uang dari pusat ke daerah sekira Rp 137 triliun. Dia berharap tahun ini terjadi peningkatan arus mudik agar terjadi pertumbuhan perekonomian masyarakat.

"Tentunya kita harapkan pengamanan operasi ketupat Tahun 2026 ini juga bisa berhasil dengan maksimal sehingga multiplier effect bagi perekonomian di daerah tentunya juga akan berdampak signifikan," kata dia.

Sigit memprediksi puncak arus mudik pertama terjadi pada 14 sampai 15 Maret, kemudian puncak arus mudik kedua jatuh pada 18 dan 19 Maret 2026. Dia berpesan agar ada pengaturan penyeberangan antara Jawa Timur dengan Bali karena periode itu bersamaan dengan Hari Raya Nyepi.

Menurut Sigit, puncak arus balik juga akan terjadi dua kali. Gelombang pertama pada 24 dan 25 Maret sementara gelombang kedua pada 28 dan 29 Maret. Menurutnya, polisi akan melakukan operasi lanjutan dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan atau KRYD untuk puncak arus balik kedua.

Sebanyak 161 ribu personel gabungan dikerahkan dalam Operasi Ketupat 2026. Pengamanan dalam Operasi Ketupat ini dilakukan pada 13 hingga 25 Maret 2026.

"Ada 161 ribu personel gabungan, terdiri dari Polri, kemudian TNI, instansi terkait, dan seluruh stakeholder," kata Sigit.




(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads